Parkir Berlangganan Kota Semarang Belum Siap

Parkir berlangganan akan diterapkan di seluruh ruas jalan di Kota Semarang.

SEMARANG- Payung hukum kebijakan parkir berlangganan belum siap. Hal itu agar dijadikan pertimbangan untuk menunda implementasi parkir berlangganan pada 1 Oktober 2018.

Rapat koordinasi parkir berlangganan lintas instansi di gedung DPRD Kota Semarang, Jalan Pemuda, Kota Semarang, Rabu (19/8/2018). Foto: metrojateng.com/Masrukhin Abduh

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Agung Budi Margono mengatakan, payung hukum atau aspek legal itu sangat dibutuhkan untuk melaksanakan parkir berlangganan.

“Para pakar juga merekomendasikan parkir berlangganan, tapi pemerintah jelas butuh dukungan aspek legal untuk melaksanakan,” katanya dalam rapat koordinasi parkir berlangganan di DPRD Kota Semarang, Jalan Pemuda, Kota Semarang, Rabu (19/9/2018).

Sebelum penerapan parkir berlangganan juga harus dipastikan sosialisasi telah berjalan di seluruh lapisan masyarakat. Dia melihat sosialisasi kepada masyarakat ini masih sangat rendah sehingga potensi menjadi persoalan baru.

“Karena itu, dari semula rencana diterapkan 1 Oktober, kami meminta pemerintah sebaiknya mengkaji ulang dan sebaiknya diundur,” ujarnya.

Hal mendesak lainnya, pemkot, kata dia, harus menyiapkan seluruh sarana dan prasana yang dibutuhkan. Sampai saat ini baru ada 37 ruas jalan yang akan diberlakukan parkir berlangganan. Padahal rencana parkir berlangganan diterapkan di seluruh ruas jalan di Kota Semarang.

Selain itu, pemkot juga harus memastikan dengan diberlakukannya sistem parkir berlangganan, tidak ada lagi pungutan liar (pungli) oleh juru parkir.

“Belajar dari daerah-daerah lain yang cukup lama menerapkan parkir berlangganan itu masih ada pungli. Pemkot harus memastikan hal seperti itu tidak akan terjadi di Kota Semarang,” ungkapdia. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.