Para Pekerja Hiburan Malam Berlatih Cara Mencoblos Secara Tepat

Partisipasi masyarakat dinilai sangat penting dalam menyampaikan aspirasinya melalui Pemilu.

KPU Jateng menggelar sosialisasi di Kyukyu KTV Semarang, Rabu (27/3/2019). Foto: metrojateng.com/Ade Lukmono

SEMARANG – Pemilu serentak yang akan dilaksanakan 17 April 2019 mendatang tinggal menunggu hitungan hari. Berbeda dengan Pemilu sebelumnya, Pemilu kali ini memiliki beberapa agenda utama, memilih presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD tingkat Kota/Kabupaten dan DPD.

Karena banyaknya agenda dalam satu hari tersebut, Manager Kyukyu KTV Semarang, Yosaphat Bita Logam menginginkan staf yang bertugas di outletnya paham dan menggunakan hak pilihnya secara benar. Oleh karena itu pihaknya menggandeng Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah untuk memberikan pengetahuan kepada karyawan yang bekerja di sana.

“Dalam Pemilu kali ini, kita akan mendapatkan lima kertas suara. Saya rasa perlu diberikan sosialisasi cara menggunakan hak pilih agar tersalurkan secara tepat,” katanya, Rabu (27/3/2019).

Sosialisasi yang diberikan KPU tidak hanya bagaimana cara mencoblos yang tepat. KPU juga mengajak staf Kyukyu KTV Semarang untuk melakukan simulasi pencoblosan di lobi kemudian dievaluasi langsung apakah cara pencoblosan tersebut tepat atau tidak.

Kasubag Teknis dan Hubungan Partisipasi Masyarakat KPU Jateng, Ahmad Zakki mengatakan pihaknya senang bisa melakukan sosialisasi di Kyukyu KTV Semarang karena menunjukkan keseriusan pengelola untuk mensukseskan Pemilu 17 April 2019 mendatang.

“Terlebih lagi, keamanan, politik dan stabilitas negara sangat mempengaruhi sektor pariwisata. Jika negara kondusif, sektor pariwisata seperti yang dijalankan Kyukyu saat ini juga akan aman. Pemilu ini juga menjadi salah satu cara menjaga demokrasi. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat sangat penting,” tambahnya.

Zakki menambahkan, bagi pekerja yang berasal dari luar daerah untuk segera memastikan diri telah mengantongi form A5. Dengan demikian, dia bisa menggunakan hak pilihnya di lokasi dia bekerja saat ini.

Namun jika calon pemilih belum mendapatkan A5, Zakki meminta masyarakat untuk menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang sedang menggodok diperbolehkan atau tidaknya eKTP sebagai pengganti form A5. (ade)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.