Para Lurah Kerap Terlibat Galang Massa Kampanye 

Aparatur Sipil Negara (ASN) harus netral dalam Pemilu, karena mereka menjadi pelayan masyarakat. 

Bawaslu Jateng

 

SEMARANG – Para lurah di Jawa Tengah seringkali kedapatan ikut menggalang massa untuk menyukseskan kampanye salah satu calon di Pemilu 2019. Bahkan, menurut Koordinator Divisi Pelanggaran dan Pengawasan Bawaslu Jateng, Sri Wahyu Ananingsih, empat bulan terakhir, masih cukup banyak ditemukan ASN yang terlibat dalam kampanye atau melakukan pelanggaran Pemilu 2019.

 

“Keterlibatan ASN itu paling banyak ditemukan pada perangkat desa, seperti lurah. Harusnya kan enggak boleh. Mereka harusnya netral karena menjadi pelayan masyarakat,” ungkapnya, Kamis (10/1/2019).

 

Ia menyatakan temuan di setiap daerah, beberapa lurah ikut penggalangan massa, bahkan tak sedikit pula yang turut mendeklarasikan para calon yang ikut Pileg. Padahal, ia menyebut tindakan tersebut telah melanggar UU No.5/2014 tentang ASN.

 

Kendati demikian, hingga kini sanksi belum memberikan efek jera. Kebanyakan ASN yang terlibat hanya sebatas dijatuhi sanksi administratif.

 

“Ada satu yang di Batang ini kasusnya masih diproses. Semoga saja bisa naik ke pengadilan dan mendapat sanksi pidana, sehingga menimbulkan efek jera terhadap yang lainnya,” katanya.

 

Selama November 2018 sampai saat ini, total ada sekitar 230 kasus pelanggaran yang telah dilakukan penindakan. Dari kasus sebanyak itu, mayoritas melakukan pelanggaran administrasi dengan 151 kasus, pelanggaran pidana 48 kasus, pelanggaran kode etik 4 kasus, dan pelanggaran lain-lain 27 kasus.

 

Pelanggaran administrasi terbanyak ditemukan di Kota Pekalongan dengan 26 kasus. Sedangkan, pelanggaran pidana banyak terjadi di Kota Semarang, mencapai 5 kasus. (far)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.