Pangdam Diponegoro Meyakini Ancaman Komunisme Masih Ada

Pernyataan sikap itu terkait dengan peringatan yang menurut TNI sebagai pemberontakan PKI atau G30S.

SEMARANG- Ancaman komunisme di Indonesia masih diyakini ada oleh Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Wuryanto. Ia meminta semua prajuritnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bangkitnya ideologi komunis di negeri ini.

Upacara bendera di Markas Kodam IV Diponegoro, Jalan Pudakpayung, Kota Semarang, Senin (17/9/2018). Foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto

Pernyataan sikap itu terkait dengan peringatan yang menurut TNI sebagai pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) kepada negara pada 30 September 1965.

Dia menyatakan TNI tetap bersikap tegas dalam menghadapi ideologi komunis. Pihaknya menempatkan paham komunis sebagai ancaman potensial sekaligus bahaya laten yang harus diwaspadai setiap waktu.

“Saya ingin mengingatkan kepada segenap Prajurit dan PNS di jajaran Kodam IV Diponegoro agar selalu waspada dan selalu pegang teguh komitmen melawan bangkitnya kembali ideologi komunisme di Indonesia sampai kapanpun,” ungkapnya, saat upacara bendera di Makodam IV Diponegoro, Jalan Pudakpayung, Kota Semarang, Senin (17/9/2018).

Bagi TNI, peristiwa yang dikenal G30S itu harus menggugah kesadaran untuk mewaspadai upaya kelompok tertentu yang ingin menghidupkan kembali ideologi komunis dengan mengganti Pancasila. Ia pun bertekad untuk tidak pernah lagi mengalami tragedi yang sama di masa depan. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.