Pameran Pertama PES 2020, Catat Transaksi Rp 23 Miliar

Pengembang perumahan terlibat dalam pameran Property Expo Semarang di Mal Paragon Semarang, 8-19 Januari 2020. Foto : metrojateng.com/anggun.

SEMARANG – Pameran pertama Property Expo Semarang di tahun 2020 mencatat transaksi sebesar Rp 23 miliar. Sebanyak 17 unit rumah menengah keatas terjual pada pameran yang digelar di Mal Paragon Semarang, 8-19 Januari 2020.

Realisasi tersebut lebih rendah dibandingkan pameran periode sama tahun lalu. Adapun, pada periode itu sebanyak 41 unit rumah terjual dan membukukan transaksi senilai Rp 44 miliar.

“Penjualan pameran kali ini masih didominasi oleh rumah tipe menengah dengan kisaran harga Rp 750 jutaan,” ungkap Wakil Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah Bidang Pertanahan, Wibowo Tedjo Sukmono saat ditemui, Selasa (21/1/2020).

Menurut dia, omzet yang diperoleh memang lebih sedikit, namun potensi penjualan tahun ini jauh lebih baik dari 2019.

Diketahui, kondisi politik dan makro ekonomi Indonesia yang mulai stabil akan mendorong bisnis properti tumbuh lebih baik. Kemudian, pasca pameran pengembang juga akan terus-menerus melakukan pendekatan agar pembeli yang sebelumnya tertarik bisa segera melaksanakan akad pembelian.

Wibowo menyampaikan, awal tahun ini menjadi momen yang pas bagi masyarakat untuk segera membeli rumah. Sebab, ke depan harga rumah dipastikan akan naik, yakni sekitar Februari – Maret mendatang. Sedangkan, suku bunga KPR yang rendah sekitar 6 persen – 7 persen yang disediakan oleh bank juga menjadi peluang untuk memiliki rumah idaman keluarga.

“Dari pengalaman yang sudah kenaikan harganya sekitar 5 persen – 10 persen. Biasanya, bulan Februari atau paling lambat Maret pasti ada kenaikan,” imbuhnya.

Sementara, perkembangan properti di Jawa Tengah diprediksi akan terus menggeliat seiring banyaknya industri yang pindah ke provinsi ini. Kebutuhan rumah di sekitar industri pun semakin meningkat.

“Pengembangan properti yang sangat potensial ada di Jepara, Klaten, Boyolali, Bawen, dan Kendal. Multiplayer efek industri ini tentu ke properti juga, baik rumah FLPP maupun komersial,” tandasnya. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.