Paguyuban Akan Hidupkan Pasar Srondol

Kami akan gelar beberapa kegiatan yang sekiranya dapat menghidupkan Pasar Srondol.

SEMARANG- Paguyuban Pasar Srondol Kota Semarang telah menyusun berbagai acara sebagai bagian strategi menghidupkan pasar tersebut. Selama ini diakui pasar tersebut kondisinya masih cukup sepi pengunjung dan pembeli.

Pedagang daging ayam di Pasar Rejowinangun mogok jualan, Minggu (22/7). Foto: ch kurniawati

“Kami akan gelar beberapa kegiatan yang sekiranya dapat menghidupkan Pasar Srondol. Kami telah menyusun berbagai acara tersebut,” kata Ketua Paguyuban Pasar Srondol, Albert Marbun, Kamis (8/11/2018).

Albert mengatakan, Pasar Srondol telah ditetapkan Pemerintah Kota Semarang sebagai pusat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Karena itu, pasar ini harapannya dapat lebih dikenal secara luas di tengah masyarakat.

“Setiap agenda yang akan kami gelar, akan ditangani oleh masing-masing cluster yang ada,” ujarnya.

Disebutkan ada 10 cluster UMKM yang berada di Pasar Srondol. Yaitu cluster batik, handicraft, pariwisata, tas, bandeng, pangan, logam, mebel, jamu, dan lunpia. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.