Pacu Target Penjualan, Kimia Farma Bidik Mahasiswa USM

Dibangun sebanyak 130 apotek yang tersebar di seluruh Indonesia. Apotek tersebut melayani masyarakat selama 24 jam setiap hari. Jumlah itu masih terus diperbanyak untuk menjangkau daerah terpencil.

SEMARANG – PT Kimia Farma terus berekspansi untuk memperkuat strategi bisnisnya untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. Kali ini, perusahaan pelat merah tersebut membidik pangsa pasar kalangan mahasiswa Universitas Semarang (USM) yang berkuliah di Jalan Arteri Soekarno-Hatta, Tlogosari.

Foto: Ketua Pembina Yayasan Alni Undip, Prof Muladi berbicara di sela kegiatan peresmian apotek Kimia Farma di USM.

Nur Cahyo Waluyo Wibowo, Direktur Pengembangan Bisnis Kimia Farma menjanjikan bakal ada ragam kemudahan layanan yang diberikan bagi mahasiswa USM yang membeli obat di apoteknya yang tersedia di dalam kampus.

“Ini baru pertama kali kerjasama dengan pihak kampus seperti USM. Untuk kampus, kita akan ada program-program kemudahan seperti diskon dan sejenisnya,” kata Cahyo, di sela peresmian apoteknya di USM, Senin (29/4/2019).

Ia mengungkapkan Kimia Farma terus berupaya merambah ke semua lapisan masyarakat dari Sabang sampai Merauke. Di Semarang sendiri, pihaknya baru punya 29 apotek.

Ia berharap nantinya dapat mendekatkan diri kepada masyarakat Semarang. Sehingga warga bisa dapat membeli obat yang terjamin khasiatnya.

Lebih lanjut, ia menargetkan transaksi penjualan selama 2019 bisa tumbuh pada kisaran angka 30 persen ketimbang tahun sebelumnya. Target tersebut cukup realistis mengingat perusahaannya gencar melakukan berbagai trik jitu untuk meraih pangsa pasar yang lebih luas lagi.

“Pengembangan apotek kita nantinya ada sebanyak 130 apotek seluruh Indonesia. Kami tingkatkan mutu pelayanan dan buka jam apotek 24 jam. Kami perbanyak lagi jumlahnya di kota-kota sampai daerah terpencil,” akunya.

Ia ingin mengulang raihan menggembirakan yang mampu dicapai tahun lalu pertumbuhan kinerja bisnisnya mampu di atas 23 persen. “Maka target kami makin tinggi lagi dan semoga mampu dicapai dengan memuaskan,” tuturnya.

Sedangkan, Ketua Pembina Yayasan Alni Undip, Prof Muladi mengapresiasi atas apa yang dilakukan Kimia Farma bagi kampus USM selama ini.

Menurutnya keberadaan apotek Kimia Farma cukup penting untuk menopang peningkatan kesehatan para mahasiswa yang ada di kampusnya. (far)

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.