Orang Tak Dikenal Mengamuk, Warga Pekunden jadi Korban

Pelaku dengan ciri-ciri usia 20-an mengaku tengah mencari seseorang di dalam indekos.

SEMARANG- Seorang penjaga rumah kos di Jalan Anggrek 5, Kelurahan Pekunden Semarang Tengah, Yuliani (39) menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak di kenal pada Minggu 16/12/2018) lalu.


Warga korban penggeroyokan di Jalan Anggrek 7, Kelurahan Pekunden, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Selasa (18/12/2018). Foto: metrojateng.com/Efendi

Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Semarang Tengah setelah sempat menjalani perawatan di RS Pantiwiloso selama dua hari. Menurut Yuliani penggeroyokan berlangsung dini hari. Semula ia sudah terlelap, namun dikagetkan suara gaduh di depan rmahnya.

“Di depan indekos ramai. Ada belasan pemuda berteriak-teriak tidak jelas,” ujar Yuliani kepada reporter metrojateng.com, Selasa (18/12/2018).

BACA JUGA: Penyerangan Warga Pekunden Dipicu Suara Knalpot Sepeda Motor

Saat melihat kondisi di luar, ia dikejutkan dengan situasi indekos bagian depan dan warung miliknya dalam keadaan berantakan. Rupanya, gerombolan itu tengah mencari penghuni indekos. Menurut kesaksiannya, ada yang membawa linggis.

“Ada yang bilang sedang mencari orang sembunyi di dalam indekos, tapi sudah tidak ada lagi orang yang dimaksud,” kata di.

Jawaban Yuliani malah membuat gerombolan beringas. Ia terkena pukulan dari pemuda yang tak dikenalinya. Sebatang paving yang dilempar orang tak dikenal itu mengenai bahu sebelah kiri korban

“Suasananya mulai rusuh. Ada yang mukul tengkuk, muka lalu tiba-tiba saja ada batu paving melayang dan pas kena pundak saya. Setelah itu saya jatuh dan tak sadar lagi apa yang terjadi,” terangnya.

BACA JUGA: Penyerangan di Pekunden, Dua Orang Ditangkap Polisi

Setelah itu, Yuliani menjalani perawatan dan visum. Hasilnya, ada retak di tulang bahu, lebam dan nyeri di bagian tengkuk. Ia baru bisa pulang ke rumah lalu lapor polisi pada Selasa (18/12/2018).

Ketua RW 5 Kelurahan Pekunden, Kecamatan Semarang Tengah, Djuadji melihat langsung pengeroyokan di indekos itu. Ciri-ciri pelaku berusia sekitar 20-an tahun. Mereka mengaku berasal dari sebuah kampung di Kota Semarang. Warga lain, kata Djuadji juga jadi korban amuk orang tak dikenal.

“Mereka semua pemuda. Pas saya mendekat memang bau minuman keras maka saya langsung mundur dan menghubungi anggota polisi yang bertugas babinkamtibmasnya di sini. Saya berharap polisi mengusutnya. Ini meresahkan warga dan membuat takut,” kata Djuadji. (fen)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.