Operasional PLTSa TPA Jatibarang Molor

Mesin dari Spanyol dengan kapasitas 0,8 megawatt tersebut belum datang.

SEMARANG- Rencana operasional Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) TPA Jatibarang di Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen terpaksa mundur. Sebelumnya operasional direncanakan pada bulan Oktober ini, tapi diperkirakan baru akan dapat dilaksakan pada bulan April 2019.

 

Hewan ternak sapi memakan sampah di TPA Jatibarang, Ngaliyan, Kota Semarang, Senin, 6 Agustus 2018. Foto: metrojateng.com/FarizFardianto

Hal itu terjadi dikarenakan setelah mendatangkan mesin pendorong gas dari Spanyol, sehingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang masih harus melakukan penyempurnaan pada instalasi listrik tenaga sampah di TPA Jatibarang.

“Persiapan pengoperasian listrik tenaga sampah yang dicanangkan pemkot terus dimatangkan,” ujar Kepala DLH Kota Semarang, Muthohar, Selasa (02/10/2018).

Muthohar menerangkan, mesin pendorong gas yang dihasilkan dari tumpukan sampah saat ini sudah terpasang di lokasi TPA Jatibarang. Mesin yang baru didatangkan dari Spanyol dengan kapasitas 0,8 megawatt tersebut. Pihaknya tinggal menunggu instalasi penyambungan pipa gas yang saat ini sudah mulai dilakukan pengerjaannya.

Selain menutup dengan membran di areal sembilan hektare tersebut, dia mengatakan DLH juga melakukan pembuatan lokasi baru untuk menghasilkan gas metana sebagai penggerak turbin yang akan menghasilkan listrik.

“Kami optimis setelah dilakukan uji coba nanti, pada bulan April tahun depan PLTSa dapat dioperasikan secara maksimal,” katanya.

PLTSa TPA Jatibarang memperoleh bantuan dari Pemerintah Denmark senilai Rp 45 milliar. Program ini diharapkan dapat membantu mengaliri listrik masyarakat di sekitar TPA dan juga dijual ke PLN. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.