Operasi Pekat, Polres Boyolali Sita Ribuan Petasan di Toko Mainan

Polres Boyolali mmenyita ribuan butir petasan dalam operasi Pekat Selasa (23/6). Foto: metrojateng.com/MJ-07
Polres Boyolali mmenyita ribuan butir petasan dalam operasi Pekat Selasa (23/6). Foto: metrojateng.com/MJ-07
BOYOLALI – Ribuan butir petasan dan puluhan botol minuman keras (Miras) disita Polres Boyolali dalam operasi penyakit masyarakat (Pekat), Selasa (23/6). Razia yang melibatkan puluhan petugas tersebut dilakukan di sekitar pasar Boyolali Kota dan pasar Sunggingan.
Ribuan mercon disita setelah petugas menyisir sejumlah toko mainan anak-anak di dua pasar tersebut. Toko itu selain menjual mainan anak-anak, juga kembang api. Petasan tersebut ditemukan petugas diantara kembang api.
Polisi tidak hanya menyisir petasan yang dijual bebas di emperan toko tetapi menggeledah ke dalam toko. Sebelum melakukan penyitaan, terlebih dulu petugas mengecek petasan tersebut. Petugas mengambil sampel satu dan dibunyikan. Yang menimbulkan ledakan, petugas langsung menyitanya.
Pertama, petugas yang terdiri dari satuan sabhara, reserse dan intelkam Polres Boyolali itu menyisir di sekitar pasar Boyolali Kota. Di salah satu toko mainan anak-anak di depan Pasar Boyolali Kota, polisi menggeledah dan mendapatkan ratusan butir petasan. Hanya petasan yang disita. Sedangkan kembang api tidak disita karena dinilai masih aman untuk mainan anak-anak.
Sayangnya, dalam operasi Pekat kemarin petugas tidak berhasil menemui para pemilik toko. Penjaga toko kemudian hanya diminta menandatangani surat penyitaan petasan sebagai barang bukti.
Dari pasar Boyolali Kota, petugas bergerak ke pasar Sunggingan. Di sebuah toko mainan anak, petugas kembali berhasil menyita petasan. Bahkan jumlahnya cukup banyak. Mencapai ribuan butir.
Selain itu, disebuah took kelontong milik Sri, petugas menemukan puluhan botol Miras dari berbagai merek. Yaitu, Anggur Merah 15 botol, Vodka Iceland 10 botol, whyski enam botol dan anggur putih satu botol.
Sri mengaku, tetap menjual Miras di bulan Puasa karena tetap ada yang membeli. “Memang tidak sebanyak hari biasa, tetapi setiap hari pasti ada yang beli,” kata Sri.
Menurut dia, minuman keras tersebut tidak dijual bebas. Namun disimpan di bagian toko yang tertutup.
Kasubag Dal Ops Polres Boyolali, AKP Misran, operasi Pekat ini dilaksanakan dalam rangka cipta kondisi di bulan ramadhan. Sasarannya, antara lain petasan dan Miras. Hal ini dilakukan dengan tujuan menjaga kondusifitas selama Bulan Puasa. “Petasan kami sita karena menimbulkan ledakan. Itu tidak boleh karena membahayakan,” ujar Misran disela-sela razia.
Pihaknya telah mencatat pemiliknya dan akan dipanggil ke Polres untuk pembinaan. Ditegaskan, operasi Pekat ini akan terus dilaksanakan selama bulan ramadhan hingga jelang Lebaran mendatang. (MJ-07)
Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

68 − = 65

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.