Operasi Bibir Sumbing Gratis Libatkan Dokter TNI

Beberapa tahun ini berkolaborasi mencari pasien-pasien penderita bibir sumbing di semua daerah.

SEMARANG- Para prajurit TNI mengajak Smail Train Indonesia, sebuah organisasi amal menelusuri daerah-daerah terpencil di Indonesia untuk mengobati anak-anak yang memiliki bibir sumbing.

Seorang dokter RSUD Ambarawa saat berbincang dengan keluarga pasien bibir sumbing, Jumat (14/12/2018). Foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto

Kakesdam IV Diponegoro, Kol (Ckm) Rahmat Saptono mengatakan pihaknya menerjunkan enam dokter spesialis untuk pengobatan massal bagi anak penderita bibir sumbing di RSUD Ambarawa.

“Ini menunjukan kerjasama antara prajurit angkatan darat dengan RS Ambarawa serta Smail Train dapat dilaksanakan dengan baik tepat dalam peringatan Hari Juang Kartika,” katanya, Jumat (14/12/2018).

Pengobatan bibir sumbing di Ambarawa sudah dilakukan dua kali antara kedua belah pihak. Kerjasama dimulai pada 2016 silam.

Ia berharap pasien bibir sumbing di daerah terpencil dan perbatasan bisa mendapat pelayanan memadai dari tim medis. Hal serupa juga pernah dilakukan di Ambon dan Maluku.

“Ini membuktikan kita mampu jangkau semua kalangan masyarakat. Di RSUD Ambarawa pasiennya dari Boyolali, Kudus dan Salatiga sekitarnya,” tuturnya.

CEO Smile Train, Susannah Schaefer mengatakan, kerjasama dengan prajurit TNI cukup menguntungkan mengingat keberadaan mereka mampu menjangkau daerah terpencil yang
tersebar di seluruh Indonesia.

“Kebetulan TNI jadi instansi yang paling dekat dengan masyarakat. Sebab itulah, kami beberapa tahun ini berkolaborasi mencari pasien-pasien penderita bibir sumbing di semua daerah. Tentunya juga menginformasikan kepada para orang tua yang selama ini belum ada yang tahu tentang pengobatan gratis bagi anak mereka,” tuturnya.

Tahun ini pihaknya pada saat bersamaan menggelar pengobatan bibir sumbing gratis di RS Tamtama Kota Palopo, RS Tamtama Jambi, dan RSUD Sibolga. Di RSUD Ambarawa, pihaknya mengobati puluhan pasien bibir sumbing dengan syarat pasien dalam keadaan sehat dan untuk bayi minimal berusia tiga bulan.

“Kita lakukan dua kali sesi operasi bibir sumbing. Jika dirasa pasiennya meningkat, maka akan dirujuk ke rumah sakit terdekat,” katanya. (far)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.