Omzet Sabu-sabu Pria Ini Tembus 1 Kilogram Sebulan

Setiap gram sabu-sabu yang terjual, pelaku untung Rp 120 ribu.

SEMARANG- Kurir sabu-sabu yang memanfaatkan kamar hotel di Semarang sebagai medium transaksi sudah menjadi pengedar sejak tujuh bulan lalu. Selama itu, ia diperkirakan telah berhasil melakukan transaksi kurang lebih tujuh kilogram sabu-sabu.

Gelar perkara kasus pengedar sabu melalui kamar hotel di Mapolrestabes Semarang, Kamis, 9 Agustus 2018. Foto: metrojateng.com/Efendi

Tersangka bernama Eliya Norman (36) merupakan warga Plombokan, Semarang Utara, Kota Semarang. Ia diringkus petugas di lobi seusai mengambil ratusan gram sabu-sabu dari kamar sebuah hotel di Semarang pada Rabu, 8 Agustus 2018 lalu.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Abioso Seno Aji mengatakan tersangka mendapat pasokan sabu-sabu dari bandar berinisial K. Sabu-sabu tersebut dikirim setiap dua minggu sekali dengan jumlah 500 gram, sehingga sebulan menerima kiriman sabu-sabu 1 kilogram.

“Setiap dua minggu tersangka mendapat kiriman sabu-sabu sekitar 500 gram. Barangnya dikirim ke sebuah hotel. Lalu sabu itu dibagi dua, 300 gram ditinggal di tempat, sedangkan 200 gram diedarkan oleh tersangka,” kata Abi di Mapolrestabes Semarang, Kamis, 9 Agustus 2018.

BACA JUGA: Modus Baru Peredaran Narkoba, Sabu-sabu Disembunyikan di Kamar Hotel

Kasat Resnarkoba Polrestabes Semarang, AKBP Sidiq Hanafi menambahkan sabu-sabu 200 gram tersebut dijual oleh Eliya seharga Rp 870 ribu per gram. Padahal ia membeli sabu-sabu tersebut seharga Rp 750 ribu per gram.

“Jadi per gram itu untungnya tersangka senilai Rp 120 ribu. Padahal dalam dua pekan sekali ia menjual 200 gram sabu-sabu. Kalau satu bulan berarti 400 gram dan keuntungannya mencapai Rp 48 juta sebulan,” terang Hanafi.

Eliya diringkus petugas usai mengambil paketan sabu dari kamar di sebuah hotel. Ia dibekuk di loby hotel tersebut. Bersama Eliya, petugas jiga menyita sejumlah barang bukti berupa sabu-sabu seberat 135 gram serta 53 butir ekstasi.

“Yang dijual sama tersangka itu sabu-sabu. Kalau ekstasinya itu kadang dikonsumsi sendiri. Memang tersangka ini sudah pecandu berat markoba, setiap jam dia itu mengkonsumsi sabu-sabu kalau nggak katanya badannya sakit-sakit, sedangkan ekstasi dikonsumsi saat malam hari. Namun juga ketika ada orang yang butuh tersangka ini juga menjual ekstasi tersebut,” pungkas Hanafi. (fen)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.