Okupansi Hotel Sepi, Diprediksi Kembali Normal Jelang Lebaran

Ketika awal ramadan, okupansi hotel di Kota Semarang sepi. Diperkirakan akan membaik menjelang lebaran nanti. Siklus seperti ini kerap terjadi dalam bisnis perhotelan di Kota Semarang.

SEMARANG – Okupansi hotel-hotel di Kota Semarang di awal Ramadan terbilang lesu, berkisar di angka 47 persen hingga 50 persen. Hal ini terjadi karena sektor MICE oleh kalangan pemerintahan dan sektor wisata belum terlihat bergeliat. Untuk mengangkat revenue di tengah lesunya okupansi pada awal Ramadan, hotel-hotel memprioritaskan dengan promo paket buka puasa bersama.

Kamar HA-KA Hotel Semarang. Foto: dokumentasi

“Untuk okupansi pada awal hingga pertengahan Ramadan kurang bagus. Okupansi hotel di Semarang maksimal 50 persen saja. Jadi fokus yang digarap adalah paket buka puasa,” kata Wakil Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah Bambang Mintosih, Rabu (15/5/2019).

Dia memprediksi, okupnsi akan kembali menanjak menjelang Lebaran. Siklus seperti ini kerap terjadi dalam bisnis perhotelan di Kota Semarang.  “Secara bertahap, okupansi akan naik jelang Lebaran dan arus mudik. Kalau di Semarang ini pada H+1 okupansi bisa meroket naik sampai 100 persen,” tambahnya.

Pada momentum Lebaran dan arus balik, sektor pariwisata di Kota Semarang yang saat ini semakin berkembang bisa mendongkrak okupansi hotel.

Terpisah, General Manager Hotel Grandhika Semarang Danang Triwidyantoro mengatakan, okupansi pada awal Mei di hotel Grandhika mencapai 60 persen. Dia juga memprediksi okupansi akan kembali normal dan mengalami kenaikan menjelang Lebaran hingga 80 persen. (ade)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.