Oknum Polisi ‘Dicokot’ Kurir Narkoba,

BNNP Jateng Sita 500 Gram Sabu Siap Edar Malam Tahun Baru

Barang Bukti – Kepala BNNP Benny Gunawan menunjukan barang bukti Narkotika yan berhasil disita .( tya)

SEMARANG), METROJATENG.COM – Badan Narkotika Nasional Propinsi(BNNP) Jateng  berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba antar propinsi melibatkan oknum polisi di Kartosuro,Sukoharjo. Tim Bidang Pemberantasan BNNP Jawa Tengah yang bekerja sama dengan , Tim Direktorat Penindakan dan Pengejaran BNN RI serta Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah,) selain meringkus 3 tersangka, juga menyita lima bungkus narkotika jenis sabu  500 (lima ratus) gram dan empat ponsel.

“Ketiga tersangka HS(35), pekerja Ojek Online asal Cengkareng Kota Jakarta Barat,DWS (34), oknum anggota Polri berdinas di Polres Wonosobo, alamat Grogol, Sukoharjo dan HCA (39) karyawan swasta asal Sukoharjo.,” jelas Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Benny Gunaan

kepada wartawan, Benny menjelaskan awal terungkapnya jaringan peredaran barang terlarang narkoba pada Minggu pertama menjelang tengah malam berdasarkan informasi warga Dukuh Kalitan Kertonatan, Kartosuro Kabupaten Sukoharjim Bidang Pemberantasan BNNP Jawa Tengah atas informasi ini tidak menyia-nyiakan waktu.

Tim dari Semarang bergerak ke Sukoharjo. Informasi dari masyarakat ternyata benar. Mula mula diringkus tersangka HS setelah turun dari bus dan akan mengantar Narkotika jenis sabu dari Jakarta menuju Solo. Dari tangan tersangka saat digeledah ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu seberat kurang lebih 500 (lima ratus) gram. Tersangka HS, berprofesi ojek online sebagai kurir barang haram itu dalam pengembangan pemeriksaan mencokot oknum polisi DWS.

Tersangka HS mengaku sabu dari Jakarta diantar kepada DWS,sebagai pemesan.Tim Bidang Pemberantasan BNNP bekerja sama dengan , Tim Direktorat Penindakan dan Pengejaran 

BNN RI serta Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah, lalu mengamankan oknum polisi DWS.Tersangka DWS sendiri sudah beberapa kali menerima kiriman shabu di wilayah Solo Raya untuk diedarkan.

Selanjutnya, pada hari Jumat 11 Desember 2020, Tim Gabungan kembali mengamankan
tersangka lain yang berinisial HCA karyawan swasta, beralamat di Sukoharjo.
Tersangka HCA dikenal rekan tersangka DWS dan biasa bekerjasama dalam
mengedarkan narkotika jenis sabu di wilayah Solo Raya. Ketiga tersangka beserta barang bukti digelandang dan diamankan di kantor BNNP Jateng, jalan Madukoro Semarang.Kasus narkoba melibatkan oknum polisi itu masih terus dikembangkan.

Oknum petugas – para tersangka yng berhasil diringkus termasuk slah satunya oknum petugas. (Ist/tya)

 

Kepala BNNP Benny Gunawan pada kesempatan itu menyinggung pada awal bulan ini juga menemukan ganja kering tidak bertuan seberat 2 kg di Kendal.
Penemuan barang terlarang yang dikirim lewat jasa pengiriman, tetapi tidak jelas alamat tujuan di Kendal.

Menurut Benny berawal dari informasi
dari BNNP Riau, Kanwil Bea Cukai Jateng dan DIY dan Kantor Pelayanan Bea Cukai
Semarang. Informasi itu tentang adanya 2 paket ganja seberat 2 Kg (masing-masing 1 Kg) yang dikirim dari Pekanbaru menuju Kendal melalui perusahaan jasa pengiriman. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata alamat yang digunakan sebagai tujuan pengiriman fiktif (palsu). Sampai pada batas waktu tertentu sesuai dengan SOP perusahaan jasa pengiriman,
paket ganja tersebut tidak diambil oleh pemiliknya dan kemudian dilakukan penyitaan oleh  Penyidik BNNP Jateng untuk pegembangan lebih lanjut.

“Makin maraknya peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika di wilayah Jawa Tengah terutama menjelang pergantian tahun antara lain dikarenakan Jawa Tengah sebagai Provinsi dengan wilayah yang luas, dan juga menjadi jalur perlintasan di Pulau Jawa,” jelas Kepala BNNP Benny Gunawan

Disebutkan narkotika yang masuk ke Jawa Tengah berasal dari Jakarta, Surabaya, dan daerah lain dengan cara diambil
langsung oleh kurir atau diantar oleh oleh jaringan sindikat ke wilayah Jawa Tengah. Hingga bulan Desember tahun 2020 ini jajaran BNN Provinsi Jawa Tengah dan BNNK se Jawa Tegah telah melakukan pengungkapan kasus Tindak Pidana Narkotika sebanyak 21 LKN dengan total 40 tersangka.Peredaran gelap narkotika yang berhasil diungkap dan disita, diduga kuat akan diedarkan di wilayah Jateng menjelang pesta liburan Natal dan tahun baru.(tya)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.