OJK Komitmen Jalankan Pembiayaan Berkelanjutan

Industri jasa keuangan memiliki peran penting untuk menyediakan pembiayaan pembangunan infrastruktur melalui instrumen keuangan berbasis green financing

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen terus mendorong program pengembangan pembiayaan berkelanjutan. Upaya itu untuk mengarahkan pembangunan yang peduli dampak lingkungan dan sosial masyarakat.

Ilustrasi. OJK mendorong program pembiayaan pembangunan infrastruktur melalui instrumen keuangan berbasis sustainable/green financing. Foto: dok dhakatribune

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso mengatakan, implementasi tersebut merupakan bagian dari Komitmen IMF/World Bank Meeting mengenai pengembangan pembiayaan berkelanjutan.

‘’Kami akan melakukan pendalaman pasar keuangan melalui penciptaan produk keuangan yang mendukung pertumbuhan ekonomi serta memperhatikan dampak sosial dan lingkungan,” ungkapnya, Jumat (19/4/2019).

Menurutnya, bagi negara berkembang seperti Indonesia, upaya mendorong pertumbuhan ekonomi sangat penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, antara lain dengan membangun infrastruktur di berbagai daerah.

“Namun demikian, pembangunan infrastruktur yang masif ini harus memperhatikan dampak lingkungan dan sosial masyarakat agar tidak menimbukan permasalahan sosial di kemudian hari. Untuk itu, pembangunan infrastruktur suatu negara harus sejalan dengan upaya pencapaian sustainable development goals,” kata Wimboh.

Industri jasa keuangan memiliki peran penting untuk menyediakan pembiayaan pembangunan infrastruktur melalui instrumen keuangan berbasis sustainable/green financing, sehingga pembangunan infrastruktur dapat dilakukan dalam koridor ramah lingkungan dan sosial.

Sejumlah hal yang perlu dilakukan untuk mendorong berkembangnya sustainable finance yaitu, tersedianya program yang sistematis dan masif untuk memastikan kepedulian di semua pemangku kepentingan. Sehingga, perlu kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta agar ekosistem semakin lengkap.

Dalam konteks pengembangan sustainable finance ini, OJK dalam tiga tahun terakhir ini telah melakukan berbagai hal seperti, menyusun roadmap sustainable finance, menyediakan kerangka regulasi bagi pembiayaan berkelanjutan, penerbitan green bonds/sukuk, sosialisasi dan peningkatan kapasitas pelaku di industri keuangan dengan dukungan dari International Finance Corporation (IFC) dan Sustainable Banking Network (SBN). Tahun ini IFC berkomitmen untuk masuk pasar green bonds Indonesia senilai 1,5 miliar dolar AS.

‘’Selain berkelanjutan, kami juga mengembangkan pembiayaan yang inovatif seperti skema blended finance untuk menutup kekurangan pembiayaan pengembangan ekonomi maritim. Untuk itu, kami bersinergi dengan Kementerian dan lembaga terkait termasuk PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) dalam mengembangkan skema blended finance melalui platform SDG One,’’ tandasnya. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.