OJK Gencarkan Literasi Pasar Modal ke Masyarakat

investasi bodong
Sosialisasi OJK di Kendal. (foto:metrojateng.com)

 

SEMARANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) gencar melakukan literasi terkait pasar modal ke masyarakat luas. Literasi dalam bentuk sosialisasi dan edukasi pasar modal terpadu itu dilakukan di sejumlah kota dan menyasar khususnya kalangan kampus dan SMA.

Direktur Pengaturan Pasar Modal OJK, Luthfy Zain Fuady mengatakan, literasi terkait pasar modal penting didorong. Sebab, saat ini hanya 4,4% masyarakat yang tahu dan 1,14% yang mengggunakan produk pasar modal.

‘’Maka itu kami menggelar seminar investasi pasar modal kepada civitas akademika di Universitas Stikubank dan dihadiri dari lintas fakultas dari kampus lain, baru-baru ini. Tim OJK pasar modal juga mengajar kepada para pelajar SMA Karangturi,’’ ungkapnya, Senin (5/3).

Melalui upaya yang masif tersebut, berdampak pada pertumbuhan jumlah investor yang signifikan di Jawa Tengah sejak 2012 sampai dengan 2017.

Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Semarang, Fanny Rifqi, jumlah investor pada tahun 2012 ada 14.726, tahun 2013 ada 18.422, tahun 2014 ada 21.591, tahun 2015 ada 37.309, tahun 2016 ada 47.594, dan tahun 2017 ada 54.411 investor.

‘’Kami mencatat nilai transaksi dihitung pada transaksi masyarakat saat membeli saham di Semarang per hari bisa mencapai Rp50 miliar hingga Rp70 miliar, sementara di Jateng Rp100 miliar hingga Rp200 miliar atau dalam sebulan bisa Rp1,2 triliun,’’ jelasnya.

Terkait literasi, BEI juga melakukan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi yakni mendirikan galeri investasi disana. Saat ini sudah ada 15 Galeri Investasi. (ang)

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

3 + = 10

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.