OJK Dorong Fintech Catatkan Usaha dan Bisnis

Dengan mencatatkannya, kami bisa melihat seperti apa model bisnisnya, apakah bermanfaat bagi masyarakat.

SEMARANG- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempertegas aturan tentang teknologi keuangan (fintech) melalui POJK No 13/POJK.02/2018, karena inovasi keuangan digital tersebut sekarang berkembang pesat di masyarakat.


Pelaku fintech memperkenalkan produknya di sela acara Sosialisasi POJK 13 Tahun 2018 Inovasi Keuangan Digital “Penguatan Karakter Ekonomi Daerah Melalui Inovasi” di PO Hotel Semarang, Selasa (27/11/2018). Foto: metrojateng.com/Anggun Puspita

Deputi Komisioner OJK Institute, Sukarela Batunanggar mengatakan, inovasi keuangan digital membuat kesenjangan pembiayaan hilang, termasuk UMKM. Masyarakat bisa mengaksesnya dengan telepon genggam masing-masing.

“Semua menjadi mudah, hanya saja kami ingin aktivitas ini tetap bisa dipertanggungjawabkan dan pelaku jasa keuangan di sektor tersebut lebih disiplin, transparan dan melakukan pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya pada acara Sosialisasi POJK 13 Tahun 2018 Inovasi Keuangan Digital “Penguatan Karakter Ekonomi Daerah Melalui Inovasi” di PO Hotel Semarang, Selasa (27/11/2018).

Dalam sosialisasi, OJK memastikan pelaku fintech mematuhi POJK itu. Salah satunya berisi kewajiban mencatatkan usaha dan bisnisnya sektor keuangan digital ke OJK.

“Dengan mencatatkannya, kami bisa melihat seperti apa model bisnisnya, apakah bermanfaat bagi masyarakat. Setelah lolos itu, kami meminta mereka mendaftarkan diri ke OJK, dan perlu ada pelaporan rutin tentang usahanya sebagai kewajiban,” kata Sukarela.

Agar usaha dan bisnis keuangan digital itu legal, pelaku bisa menyampaikan Deputi OJK Institute di Jakarta. Kemudian, OJK akan mencatat, mendaftar dan memantau.

“Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan OJK di daerah apabila ada kerja sama fintech dengan pemda agar difasilitasi,” katanya.

Sementara itu, perkembangan fintech sangat pesat, berdasarkan Asosiasi Fintech (Aftech) ada 300 pelaku fintech yang terdaftar disana mulai di bidang payment hingga peer to peer lending.

Namun, kata Sukarela, yang terdaftar di OJK baru 75 fintech per September 2018. Kemajuan ini terus dicatat agar mendorong industri ini lebih sehat, dapat melayani masyarakat dan berkontribusi dalam perekonomian Indonesia. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.