ODHA Pati Khawatir Kelangkaan Obat HIV/AIDS

image
Ilustrasi

PATI – Sejak pertengahan Maret 2016 lalu, obat untuk pengidap HIV/AIDS di Pati mengalami kelangkaan. Sejumlah penderita atau ODHA yang tergabung dalam Kelompok Dukungan Sebaya Rumah Matahari, Pati, khawatir. Kelangkaan tersebut dapat memicu virus makin menyebar ke seluruh tubuh.

“Sifat obat tersebut memang bukan untuk mengobati, melainkan untuk menghambat virus dan menambah kekebalan tubuh. Kalau penderita tidak meminumnya dalam sehari dikhawatirkan virus makin meluas,” ujar Koordinator Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Rumah Matahari, Ari Subekti.

Lebih lanjut Ari menyampaikan, ODHA harus meminum obat dua kali sehari dengan jeda waktu 12 jam. Tiap meminum obat, ODHA harus menenggak minimal tiga jenis obat sekaligus, yakni Nevirapine, Tenofovir dan Lamivudine.

Saat ini, jenis obat Lamivudine yang masih langka. Biasanya kelompok sebaya mendapatkan pasokan obat dari rumah sakit setempat. ODHA bisa mendapatkannya secara gratis lewat kelompok sebaya.

“Penderita yang tidak minum obat secara rutin akan membuat kekebalan tubuhnya menurun. Hal itu bisa berakibat tubuh rentan terhadap beragam penyakit,” kata Ari.

Ari berharap supaya pemerintah bisa segera menyediakan stok obat bagi ODHA, terutama obat jenis Lamivudine. Menurutnya, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati dinilai gagal melakukan manajemen stok obat untuk ODHA.

Sementara, Kepala DKK Pati, Edi Sulistyono, menyatakan semua stok obat HIV/AIDS memang dipasok dari provinsi. Karena stok provinsi juga kosong sehingga berdampak di daerah.

“Memang di provinsi stok obat sedang mengalami kekosongan. Karena obat di kabupaten dipasok dari provinsi,” kata Edi. (Oby)

 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 5 = 2

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.