Nyangkul di Tegalan, Petani Sragen Temukan Benda Ini

Kemampuan peledak mortir masih aktif. Ditemukan di sebuah Tegalan Dukuh Bayut, Desa Jambeyan

SRAGEN – Satu mortir aktif diduga peninggalan zaman Belanda ditemukan di Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Sragen. Mortir berukuran panjang 50 cm dengan diameter sekitar 10 cm tersebut ditemukan oleh seorang petani saat sedang mencangkul di kebun miliknya, Jumat (15/2).

Petugas kepolisian mengevakuasi mortir di Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Sragen. Foto: metrojateng.com

Kapolsek Sambirejo AKP Saptiwi, mewakili Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan mengatakan mortir tersebut masih aktif dan memiliki daya ledak cukup tinggi.

“Kemampuan peledak itu masih aktif. Ditemukan di sebuah Tegalan Dukuh Bayut, Desa Jambeyan, ditemukan pemilik tegalan Mbah Mitro Wiyono, warga sekitar berusia 70 tahun pas macul di tegalannya,” terang AKP Saptiwi, Sabtu (16/2/2019).

Saptiwi menjelaskan, mengingat bahan peledak masih aktif kemudian Polsek  menindaklanjuti laporan ke Polres dan menerjunkan Jihandak Brimob Polda Jateng.

“Mortir itu aktif dan bisa meledak sewaktu-waktu, sehingga akan langsung diledakkan di tempat yang aman yakni di kebun karet Desa Kepoh, wilayah setempat,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Sambirejo, Nugroho Dwi Wibowo membenarkan adanya temuan itu dan sudah ditangani pihak kepolisian dan Inafis. Nugroho menyampaikan agar masyarakat tidak perlu panik dan heboh.

Penemuan amunisi di wilayah Sragen bukan kali ini saja. Pada pertengahan bulan Juni 2017 lalu di wilayah Sragen kota ditemukan granat nanas bekas jaman perang kemerdekaan. Granat itu ditemukan warga di Sungai Gendingan. (MJ-25)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.