NH Dini, Sosok Wanita Mandiri di Mata Keluarga

Beliau menjual aset dan memilih tinggal di panti jompo. Dia ingin hidup mandiri. Beliau orangnya tekun dan suka berkebun.

SEMARANG- Sastrawan Nurhayati Sri Handini atau disapa NH Dini merupakan wanita yang mandiri. Semasa hidupnya ia dinilai tak suka merepotkan orang lain termasuk keluarganya.

Persemayaman jenazah NH Dini di Aula Wisma Lansia Harapan Asri, Pedalangan, Banyumanik, Semarang, Selasa (4/12/2018). Foto: metrojateng.com/Efendi

Hal itu diungkapkan oleh keponakan NH Dini, Paulus Dadik. Dadik juga mengatakan, dirinya sangat dekat dengan almarhumah NH Dini.

“Beliau menjual aset dan memilih tinggal di panti jompo. Dia ingin hidup mandiri. Beliau orangnya tekun dan suka berkebun,” ujar Dadik.

Dadik mengaku sangat kehilangan sosok yang ia panggil Eyang Bibi itu. “Terakhir kumpul dua bulan yang lalu. Dia tak pernah mau merepotkan keluarganya,” imbuh Dadik.

Dadik juga mengatakan, NH Dini memang menjalani terapi tusuk jarum seminggu sekali. NH Dini melakukan terapi tersebut di daerah Mataram, Kota Semarang.

Kecelakaan yang dialami di Tol Tembalang KM 10, Kota Semarang, terjadi usai NH Dini usai melakukan terapi. Saat perjalanan pulang ke Wisma Harapan Asri, Pedalangan, Banyumanik, mobil yang ia tumpangi mengalami kecelakaan. Ia luka di bagian kepala dan kaki.

Sastrawan kelahiran 82 tahun silam tersebut meninggalkan dua orang anak dan empat cucu. Anak pertamanya yakni Mari Claire Lintang dan anak kedua Pierre Louis Padang Coffin yang merupakan animator terkenal di dunia.

“Lintang saat ini sedang perjalanan ke Semarang dari Bandung. Padang masih di Prancis. Sepertinya (keluarga) tidak menunggu Padang, besok dikremasi,” kata Dadik.

Saat ini jenazah disemayamkan di Rumah Duka Wisma Lansia Harapan Asri Banyumanik. Rencananya, jenazah NH Dini akan dikremasi di Krematorium Ambarawa pada Rabu (5/12/2018) sekitar pukul 10.00. (fen)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.