Nelayan Pencari Lobster Tewas Usai Tergulung Ombak Empat Meter

Korban ditemukan mengambang setelah dua hari hilang.

SEMARANG- Seorang nelayan pencari udang lobster, Juhaedi (43) warga Mangun Jaya Motehan RT 3 RW 7 Kecamatan, Kampung Laut, Cilacap, ditemukan meninggal dunia akibat dihantam ombak setinggu 4 meter.

Petugas Pos SAR Cilacap mengevakuasi jenazah nelayan pencari lobster di perairan Nusa Manuk Nusakambangan, Cilacap, Sabtu (20/10/2018). Foto: metrojateng.com/dokumentasi

Juhaedi, nama nelayan berusia 43 tahun itu sebelumnya sempat dilaporkan raib oleh rekannya, Kamis (17/10/18) pukul 23.30 WIB.

Mulwahyono, koordinator Basarnas Kantor SAR Semarang Pos SAR Cilacap menyebutkan regu penolong baru bisa menemukan tubuh Juhaedi yang mengambang di lautan dua hari setelah kejadian atau Sabtu (20/10/2018) pukul 12.00.

Sebelumnya, korban dilaporkan hilang pada Kamis (17/10/2018) saat sedang memungut pintur (perangkap lobster) di Pantai Nusa Manuk Nusakambangan, Cilacap.

“Juhaedi kami temukan mengapung di lautan sekitar dua kilometer tak jauh dari bibir pantai Nusa Manuk dalam keadaan meninggal dunia dan langsung kami bawa ke rumah duka,” kata Mulwahyono

Regu penolong yang terjun ke lokasi kejadian berupa satu tim lengkap dengan rescue boat untuk melacak tubuh Juhaedi. Kemudian Sabtu pagi hari, tim SAR menemukan korban. Tapi baru bisa diangkat pada siang hari.

Menurut Mulwahyono, keseharian korban memasang pintur pada pagi atau siang hari di karang-karang yang ada di pinggir pantai Nusa Manuk Nusakambangan pada saat laut pasang. Saat malam, ia ambil pintur.

“Diduga korban terhempas ombak saat mengambil pintur. Saat kejadian ombak pantai selatan mencapai kurang lebih 4 meter berdasarkan kesaksian rekan korban,” pungkasnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.