Nelayan Jongor Keluhkan Keberadaan Oknum Pemungut Ikan

Oknum karlak ini kebanyakan berasal dari daerah tetangga, beberapa ada yang dari Kota Tegal

TEGAL – Sejumlah nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari mengeluhkan banyaknya oknum kelompok pemungut ikan atau yang akrab disebut karlak. Temun ini mengemuka, saat Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indoensia (HNSI) Kota Tegal, Riswanto melakukan blusukan ke lokasi tersebut.

Sejumlah pemungut ikan (karlak) nampak antre mengambil ikan di Pelabuhan Jongor Tegal. Foto: metrojateng.com/istimewa

“Banyak yang melapor ke kami, kalau karlak mulai menjamur di Pelabuhan Jongor. Jumlahnya lebih dari 50 hingga 100 orang,” ungkap Riswanto, Kamis (28/2/2019) siang.

Menurutnya, oknum kalrak tersebut bebas keluar masuk kawasan pelabuhan setiap harinya. Dimana kelompok yang mayoritas ibu-ibu tersebut, kerap memungut ikan milik nelayan. Nantinya, ikan tersebut dikumpulkan dan dijual kembali kepada penadah.

Adapun ikan yang dikumpulkan dalam sebuah ember kecil dapat dijual seharga Rp 5.000. Sedangkan untuk ember besar, para oknum karlak menjual kepada penadah seharga Rp 10.000.

“Oknum karlak ini kebanyakan berasal dari daerah tetangga, beberapa ada yang dari Kota Tegal,” imbuhnya.

Para nelayan berharap, permasalahan ketertiban dan keamanan di kawasan pelabuhan dapat menjadi perhatian semua pihak. Termasuk otoritas pemerintah daerah, dalam hal ini pengelola kawasan pelabuhan.

“Temuan ini akan kami sampaikan kepada stakeholder yang memiliki kepentingan. Jika tidak menemukan titik terang akan kami lanjutkan ke pihak  yang berwajib,” bebernya.

Salah seorang nelayan, Tarmudi menyebut, kejadian tersebut sudah berlangsung sejak pertengahan tahun lalu. Selain itu, pihaknya juga mengeluhkan banyaknya bolder atau tempat pengikat tali yang rusak di pelabuhan.

“Setiap kali bersandar, kapal kami pasti berpindah posisi. Jika tidak ada bongkaran ikan tidak masalah, terkadang saat membongkar tiba-tiba bergeser kan berbahaya,” keluhnya. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.