Nekat Telan Sabu, Pengedar Ini Lolos Pemeriksaan di Bandara

Rencananya barang haram ini akan dijual di wilayah Kendal dengan harga Rp 1,2 juta per gramnya.

KENDAL – Jaringan pengedar narkoba jenis sabu-sabu berhasil dibongkar jajaran Reserse Narkoba Polres Kendal Jumat (14/9/2018). Satu pengedar mengaku membawa sabu-sabu dari Malaysia dengan cara ditelan sehingga bisa melalui pemeriksaan di bandara.

Tersangka pengedar sabu yang diamankan Polres Kendal. Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Enam tersangka pengedar dan pengguna narkoba jenis sabu-sabu diamankan jajaran Reserse Narkoba Polres Kendal dalam operasi Antik Candi 2018.

Tersangka pengedar yang menelan sabu-sabu, Fatkhul Munir warga Desa Kangkung Kendal mengaku mendapatkan barang tersebut dari Malaysia. Menurutnya sabu-sabu dibeli seharga Rp 350 ribu per gram.

“Sabu-sabu saya telan dan bisa melewati pemeriksaan di Batam. Saat dari Jakarta juga lolos pemeriksaan hingga di Semarang,” katanya.

Rencananya barang haram ini akan dijual di wilayah Kendal dengan harga Rp 1,2 juta per gramnya.

Selain menangkap pengedar sabu-sabu polisi juga mengamankan lima pengguna narkoba jenis sabu. Salah satu pengguna Sofiyana alias Poppy sudah sejak bulan Juli mengonsumsi barang haram ini hampir dua kali seminggu.

“Saya dapat dari wilayah Temanggung dan digunakan bersama teman-temannya di rumah teman saya,” ujarnya.

Bersama lima temannya yang salah satunya perangkat desa di wilayah Pageruyung, Sofiyana berpesta narkoba dan patungan untuk membeli sabu-sabu.

Wakapolres Kendal Kompol Aan Hardiyansyah mengatakan, lima pengguna narkoba ini dibekuk berdasarkan laporan dari warga yang resah dengan aktivitas pesta narkoba. Sedangkan satu tersangka pengedar sabu-sabu ini merupakan jaringan yang sudah ditangkap Polda Jawa Tengah.

“Ini merupakan hasil operasi Antik Candi 2018 yang dilaksanakan selama 21 hari dengan hasil enam pengedar dan pengguna narkoba jenis sabu. Sedangkan barang bukti yang diamankan sejumlah sabu dan 2 butir esktasi,” jelas Aan.

Lima pengguna sabu-sabu yang diamankan selain Sofiyana adalah Ardhi Arikawahyan, Donni Irawan, Suyono dan Nofa Haris. Tersangka bakal dijerat dengan pasal 114 subsider 112 undang-undang narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.