Napiter Bom Panci Asal Klaten Meninggal Terkena Serangan Jantung

Wawan punya riwayat serangan jantung sebelum menghuni lapas di Nusakambangan.

CILACAP- Wawan Prasetyawan, seorang terpidana terorisme (napiter) yang mendekam di sel high risk Lapas Kelas II A Batu, Nusakambangan, meninggal, Minggu (16/12/2018) pukul 19.30 WIB. Wawan alias Abu Umar Sakiman tersebut meninggal dalam perjalanan ke RSUD Cilacap.

Personel kepolisian bersenjata lengkap menjaga bus Mako Brimob di kawasan Dermaga Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (10/5). Sebanyak 145 narapidana tindak pidana terorisme yang terlibat kerusuhan di Rutan cabang Salemba, Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, telah dipindahkan ke tiga Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Pulau Nusakambangan. Foto: metrojateng.com

Kepala Lapas Kelas II A Batu, Hendra Eka Putra menyatakan Wawan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Wawan diketahui mengidap penyakit jantung semasa hidupnya.

“Ada laporan dari petugas lapas bahwa yang bersangkutan sebelumnya mengeluh sesak. Kemudian kita bawa ke RSUD Cilacap. Di tengah perjalanan serangan jantungnya membuat kondisinya memburuk dan meninggal dunia dalam perjalanan,” kata Hendra kepada metrojateng.com, Senin (17/12/2018).

Menurutna, Wawan setahun terakhir menjalani hukuman isolasi di sel berpengamanan tinggi di Lapas Batu. Ia mendapat vonis enam tahun penjara atas keterlibatannya dalam peledakan bom panci yang dikendalikan gembang teroris Bahrun Naim 2016 lalu.

Saat serangan jantung, kata dia, keluarga Wawan berada di Nusakambangan, sehingga mendampingi dari sesi perawatan medis sampai dibawa dengan ambulans lapas ke RSUD.

“Pas kejadian ada keluarganya, sekarang sudah dibawa perwakilan keluarganya menuju rumahnya Klaten,” tegasnya.

Informasi yang didapat metrojateng.com, Wawan selama ini diketahui beralamat di Dukuh Yopaklo RT 25 RW XI, Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Klaten.

Atas peristiwa tersebut, ia menampik bahwa petugasnya lalai mengurus napiter di sel berpengamanan maksimum. Ia berdalih Wawan sakit jantung sebelum dikirim ke lapasnya.

“Sakitnya kan dari luar. Meninggalnya juga pas ke rumah sakit kok,” tutupnya. (far)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.