Napi Narkotika Kedungpane Jalani Terapi Spiritual

Napi bisa lebih mengontrol diri dalam hal pengendalian emosi dan fisik.

SEMARANG- Sebanyak 20 narapidana kasus narkotika Lapas Kelas IA Kedungpane menjalani terapi Spiritual Emotional Freedom Tecnique (SEFT).


Seorang mahasiswa psikologi Unnes saat mengadakan terapi SEFT di Kedungpane, Jumat (19/10/2018). Foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto

Tujuannya untuk menghilangkan rasa kecanduan obat-obatan terlarang selama mereka mendekam di penjara.

“Dengan pelatihan ini, napi bisa lebih mengontrol diri dalam hal pengendalian emosi dan fisik. Juga supaya mereka tidak lagi mengalami ketergantungan obat-obatan terlarang,” ungkap Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Kedungpane, Ari Tris Ochtia Sari, Jumat (19/10/2018).

Terapi tersebut diikuti oleh mereka pada 15 Oktober-20 Oktober 2018. Terapi SEFT merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Psikologi Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Dalam terapi ini tiap narapidana melakukan pendalaman spiritual agama masing-masing sebagai upaya detoksifikasi pada narkoba.

Ia pun berharap bahwa adanya kegiatan ini dapat berjalan secara berkelanjutan karena masih banyak narapidana yang membutuhkan terapi ini.

Ali, salah satu narapidana, yang mengikuti pelatihan ini mengaku senang bisa mendapat bekal terapi SEFT di Kedungpane.

“Senang bisa mengikuti kegiatan ini, selain dapat mengurang rasa penat juga dapat mengendalikan emosi saya,” ungkap Ali, seorang narapidana kasus narkoba yang menjalani hukuman selama empat tahun. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.