Napi LP Kedungpane Jalani Terapi Relaksasi untuk Redam Emosi

Selama sehari penuh, sejumlah narapidana di LP Kedungpane mengikuti terapi relaksasi untuk mengurangi stres dan kejenuhan di dalam penjara.

Sejumlah narapidana Kedungpane saat ikut terapi relaksasi seharian penuh. (Fariz Fardianto/metrojateng.com)

 

SEMARANG – Untuk meredakan emosi karena bosan berada di dalam sel tahanan, puluhan narapidana Lapas Kelas I A Kedungpane, Ngaliyan, Semarang mengikuti rangkaian terapi relaksasi selama seharian penuh pada Sabtu (16/2/2019).

Bertempat di ruang TPP Lapas Kedungpane, terapi relaksasi diikuti oleh 30 narapidana mulai pukul 09.00 WIB.

Akhmad Herriansyah, Kabid Pembinaan Lapas Kedungpane mengaku harus melibatkan sejumlah dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo untuk memberikan terapi relaksasi bagi para narapidana.

“Ada juga seorang motivator dan mahasiswa magang UIN yang terlibat dalam kegiatan tetapi kali ini,” tutur Akhmad.

Ia berharap pemberian terapi ini mampu mengendalikan emosi para narapidana selama mendekam di sel tahanan.

Ia juga sudah merencanakan untuk mengadakan terapi relaksasi secara bertahap supaya para narapidana dapat merasakan manfaatnya dengan nyata.

Sedangkan Kuspriyono, Dosen Dakwah UIN Walisongo menyebut apa yang ia lakukan di Lapas Kedungpane dimaksudkan untuk menunjang semboyan kampusnya yang menjunjung tinggi Tri Dharma Perguruan Tinggi pengabdian masyarakat dari mahasiswa magang.

Joni, seorang narapidana kasus pencurian mengaku bersyukur dapat merasakan terapi relaksasi di dalam lapas.

Ia ingin dapat meredam emosinya yang kerap tidak terkendali selama bercampur dengan narapidana lainnya di sel tahanan.

“Harapannya bisa lebih mengendalikan emosi dalam bersosialisasi dengan sesama teman narapidana,” akunya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.