MXGP 2020 Mendatang Tak Boleh Pakai APBD

Dana yang dikucurkan pada MXGP 2019 terlalu besar mencapai Rp 26 miliar, sedangkan hasil tiket dan sponsor hanya Rp 2 miliar.

SEMARANG – Gelaran Motocross International MXGP 2019 beberapa waktu lalu tidak berjalan sesuai harapan. Pasalnya dana yang dikucurkan pada MXGP 2019 terlalu besar mencapai Rp 26 miliar, sedangkan hasil tiket dan sponsor hanya Rp 2 miliar.

MXGP of Asia di Sirkuit BSB City Semarang menuai pujian dari sejumlah pihak. Foto: metrojateng.com/hendry widodo

Karena itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mendorong gelaran Motocross International MXGP 2020 mendatang tidak perlu menggunakan dana APBD.

Anggota DPRD Kota Semarang, Supriyadi mengatakan, dewan mendukung penuh gelaran tersebut. Namun pihaknya mendorong Pemkot Semarang tidak menggunakan dana APBD.

‘’Pasalnya, anggaran yang dibutuhkan cukup besar. Pada gelaran MXGP 2019 lalu dana yang dikucurkan Rp 26 miliar. Sementara pendapatan hanya mencapai Rp 2 miliar. Pendapatan tersebut didapat dari penjualan tiket dan pihak sponsor,’’ katanya, Minggu (18/8/2019).

Mantan Ketua DPRD Kota Semarang masa jabatan 2014-2019 ini menyebutkan, kecilnya pendapatan itu menunjukkan jumlah penonton sangat sedikit sekali, hanya sekitar 40.000 penonton.

Ditambah lagi, lanjut Supriyadi, dari total pendapatan Rp 2 miliar, sebanyak Rp 200 juta digunakan untuk pembelian aset oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang. Tentu saja pendapatan yang masuk kas daerah berkurang.

‘’Tahun mendatang sudah sepakat tanpa dibiayai APBD. Kami menyarankan, Pemkot Semarang agar dapat menggandeng pihak ketiga untuk menyelenggarakan event internasional MXGP tersebut,’’ tegasnya. (duh)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.