Sekda Baru Kendal Optimis Dorong Penyerapan Anggaran

Serah terima jabatan Pemkab Kendal. (foto: metrojateng.com/Edi Prayitno)

KENDAL – Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal Bambang Dwijono kini menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil). Ia menggantikan Tatang Iskandariyanto. Posisi Sekda Kendal kini dijabat Mohammad Toha sedangkan Tatang Iskandariyanto ditunjuk Bupati Kendal menjadi Inspektur Kendal.

Pergantian pejabat tersebut secara resmi ditandai dengan serah terima jabatan, Rabu (18/10). “Pelantikan dan serah terima jabatan ini sudah hal yang biasa Pak Bambang sudah lama menjabat Sekda dan digantikan Mohammad Toha yang dulu Kepala Dinas Perhubungan Kendal,” ujar Bupati Kendal Mirna Annisa usai melantik pejabat pratama tingkat pertama di OR Setda Kendal.

Untuk menggantikan Mohammad Toha sebagai Kepala Dishub, akan ditunjuk Pelaksana Tugas (Plt) yang akan dijabar Assisten Pemerintahan Agus Sumaryono. Mohammad Toha mengatakan akan melanjutkan hal-hal baik yang dilakukan oleh Sekda lama. Namun pada sisi lain, ia mengaku sedih dan prihatin dengan penyerapan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017 yang masih rendah.

Dengan penyerapan anggaran yang rendah itu, dirinya akan melakukan pemantauan dan penekanan kepada kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tujuannya agar OPD melakuan pekerjaan rumah-pekerjaan rumah yang belum terlaksana di waktu yang kurang lebih hanya tiga bulan ini.

“Ini supaya tidak terjadi Silpa yang tidak terlalu tinggi,” kata dia. Lebih lanjut, M Toha mengungkapkan, untuk jangka panjangnya atau menengah, akan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah disepakati antara bupati dengan DPRD. Tentu dengan harapan bisa mencapai target indikator-indikator yang telah ditetapkan di dalamnya.

Ia bertekad mewujudkan masyarakat  yang adil dan makmur, dengan harapan Kendal mejadi  permata pantura. “Serapan yang paling rendah adalah PUPR, Dinas Pendidikan dan sebagainya. Tapi peramasalahan sesungguhnya, karena proses lelangnya yang terlambat dan juga terjadi gagal lelang berulang-ulang,” terang dia.

M Toha menyatakan, apabila sudah dilakukan penyerapan awal, misalnya uang muka kerja diserap bisa 20 % hingga 30 %, harapannya bisa naik. Setelahnya di sisa dua bulan ini, penyerapannya akan bisa melalui termin-termin. Ia juga tidak akan membiarkan kepala OPD liar. Artinya akan terus melakukan pemantauan secara intensif.

“Nanti akan saya buat sistem. Contoh misalnya pelaporan, bisa melalui WA, atau FB dan sebagainya. Kemudian sesekali OPD yang begitu besar dan terlambat penyerapannya akan dilakukan pemantauan langsung,” tegas dia, yang sebelumnya menjabat Kepala Dishub Kendal ini.

M Toha menjelaskan, bahwa serapan dari Dishub hampir 50 %. Akan tetapi perlu diketahui, hal itu terjadi karena proyek-proyek besar baru tuntas dilakukan pelelangan. Pada Dinas Perhubungan ada lima proyek yang dilakukan pelelangan. Itu dinilai sudah berhasil dan akan didorong untuk pengajuan uang muka 20%.

Kalau 20% saja, menurut Toha, itu sudah mampu mengangkat menjadi 45% pengajuannya. Adapun terkait dengan pembangunan gedung operasional pelabuhan niaga yang kurang lebih Rp 1,4 miliar dan jalan menuju pelabuhan niaga yang kurang lebih Rp 13.257 miliar. “Ini juga sudah diurus satu dua hari uang mukanya turun20 %,” kata Toha.

Jika 20 % saja sudah Rp 2,6 miliar, lanjut Toha, itu sudah menjadi penyerapan yang tinggi. “Faktanya di lapangan kan hampir 10%. Itu kan cepat sekali. Lalu ada pembuatan jaringan listruk PJU smart, berbasis smart city. Yakni untuk Kecamatan Brangsong, Kendal dan Patebon. Itu akan menambah penyerapan,” tukas dia. (MJ-01)

 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

59 − = 55

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.