Mustofa Menanti-Nanti Rekomendasi

Bupati Kudus Mustofa (dua dari kanan) saat melakukan kunjungan ke Magelang, Selasa (21/11).

 

 

MAGELANG – Bupati Kudus, Musthofa masih  terus berikhtiar untuk bisa memperoleh rekomendasi dari DPP PDIP terkait keinginannya memimpin propinsi Jawa Tengah dalam pilkada 2018 mendatang. Ia mengaku optimis dalam  bursa pencalonan Gubernur kendati harus bersaing dengan calon petahana, Ganjar Pranowo.

“Kalau sudah mau maju harus optimis. Saat ini saya baru dalam tataran mohon doa restu. Tinggal menungu rekomendasi. Yang tahu hanya Tuhan dan Ibu Megawati. Saya nggak boleh menganda-andai,” katanya usai Roadshow Pariwisata Kabupaten Kudus di Hotel Atria Kota Magelang, Selasa (21/11).

Musthofa mengaku sampai saat ini belum menjalin komunikasi dengan partai lain. Posisinya saat ini adalah menunggu kejelasan rekomendasi yang akan dikeluarkan oleh DPP PDIP. Dikatakan dia, rekomendasi untuk maju Pilkada Jateng tidak serta merta turun begitu saja. DPP akan lebih dulu melihat survei dan elektabilitas dari para calon.

Sebagai petugas partai, kata Mustofa, dirinya juga tidak melakukan pendekatan kepada Ketua Umum DPP PDIP. “Karena beliau (Megawati) lebih paham, teliti, sangat tahu siapa yang bekerja dan tidak,” ujarnya.

Kini Mustofa selalu memanfaatkan waktu luangnya untuk melakukan kunjungan ke Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di Jawa Tengah. Menurutnya, hingga saat ini sudah 70 persen DPC didatangi. Mustofa memaparkan, bila memang ia diberi amanah memimpin Jateng, maka program unggulan yang ada di Kudus akan diusung. “Saya tidak akan mencari kekurangan sebelumnya. Namun yang saya bawa adalah kebaikan yang ada di Kudus. Jadi virus kebaikan yang saya bawa untuk memajukan Jawa tengah,” katanya.

Prioritasnya adalah kesejahteraan masyarakat, pendidikan dan kesehatan. Di bidang kesejahteraan, dirinya akan mengusung program pembangunan ekonomi kerakyatan melalui ekonomi terampil.

Sedangkan di bidang pendidikan akan difokuskan pada sekolah vokasi. Di Kudus saat ini ada 14 sekolah vokasi dan lulusannya siap kerja. Sementara untuk kesehatan, akan diterapkan pelayanan kesehatan gratis, hanya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). (MJ-24)

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

97 − 88 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.