Musim Hujan Datang, Bencana Mulai Melanda Jateng

Banjir dan longsor saat ini sudah terjadi di enam daerah di Jateng sejak sejak 29 November 2018 lalu sampai Senin (3/12/2018).

SEMARANG- Tumpukan pembalut yang menyumbat mayoritas pintu air telah mengakibatkan bencana banjir di sejumlah daerah Jawa Tengah.

Warga bersama relawan dan TNI membersihkan material longsor di Dusun Mangli Kabupaten Magelang. Foto: metrojateng.com/dok BPBD Kabupaten Magelang

Petugas dan relawan penanggulangan bencana kerap menemukan sumbatan pembalut dan limbah rumah tangga menyumpal di pintu air seperti di daerah Pasar Waru, Kota Semarang dan Klaten.

“Di pintu-pintu air ada banyak kasur, pembalut dan bantal. Pasti penuh seperti itu. Di Kota Semarang dan Klaten pasti banyak sampah kayak gitu. Makanya, kita menuntut semua PSDA dan PU untuk membantu bersihkan sumbatan di pintu air,” tutur Kepala BPBD Jateng, Sarwa Pramana, kepada wartawan di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Kota Semarang, Senin (3/12/2018).

Sarwa menyebut kondisi terparah ditemukan di pintu air yang menghubungkan anak sungai Pemali Juana dan Bengawan Solo. Termasuk di sepanjang anak sungai yang masuk di Jepara dan Kudus. “Itu harus diwaspadai,” tutur Sarwa.

Menurutnya bencana banjir dan longsor saat ini sudah terjadi di enam daerah di Jateng sejak sejak 29 November 2018 lalu sampai Senin (3/12/2018). Di Grobogan, kata Sarwa, banjir telah masuk ke rumah-rumah warga setempat.

Kemudian di Kudus, tanggulnya anak Pemali Juwana tepatnya Sungai Piji mulai bocor. Relawan dan warga di sana kini mulai membersihkan tumpukan ranting di permukaan sungai. Kemudian, ada rekahan tanah juga melebar di Banjarnegara dan Brebes hingga 50 centimeter. Di Cilacap banjir juga menggenangi pemukiman warga.

Sarwa mengimbau kepada semua pemda 35 kabupaten/kota supaya segera melaksanakan surat edaran siaga bencana yang diterbitkan Gubernur Ganjar Pranowo.

“Sejak 2 November 2018 lalu, surat dari gubernur sudah disebar di semua wilayahnya. Baru sebagian yang sudah melaksanakannya. Jadinya pemda yang belum bergerak, kami sarankan segera bergeraklah biar potensi banjir dan longsor dapat ditanggulangi secepatnya,” ujar Sarwa. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.