Musim Kemarau, Penjual Sapi Malah Untung

Dinas Pertanian akan memeriksa hewan di tepi jalan untuk memastikan kelaikan konsumsi.

SEMARANG- Penjual sapi dan kambing menjamur di Jalan Untung Suropati, Ngaliyan Kota Semarang. Pedagang mengaku ternaknya lahap menyantap pakan pada musim kemarau.

Penjual sapi di Jalan Untung Suropati, Kelurahan Kalipancur, Ngaliyan, Kota Semarang, Senin, 6 Agustus 2018. Foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto.

Salah satu penjual, Supomo mengatakan, sejak tiga hari terakhir ia menjual 40 sapi dan 200 kambing kurban. Sampai kini, hewan kurbannya sudah laku 110 ekor.

“Hewan-hewan ternak yang saya jual nafsu makannya meningkat pada musim kemarau ini. Jadi banyak yang datang untuk membeli hewan kurban,” kata warga RT 5 RW 4, Kelurahan Kalipancur, Ngaliyan, Kota Semarang kepada metrojateng.com, Senin, 6 Agustus 2018.

Ia mengaku rutin mengatur pola makan hewan kurbannya. Rata-rata bobot kambing 45 kilogram dan sapi 3 kwintal sampai 7 kwintal.

“Ini kondisinya cukup bagus. Ketimbang pas hujan, malahan hewan kurbannya sulit makan dan banyak diamnya,” tutur Supomo.

Di tahun ini, ia menjual seekor sapi kurban kisaran angka Rp 17 juta hingga Rp 35 juta. Untuk sapi limosin sendiri, ia mematok harga Rp 37 juta per ekor. Sedangkan kambing Rp 1,75 juta sampai RP 4 juta.

Dengan melihat kondisi masyarakat akhir-akhir ini, ia pun optimistis mampu meraup untung berlipat saat perayaan Idul Adha 1439 Hijriyah.

“Saya yakin dagangan saya akan laris manis. Kalau tahun lalu laku 500 ekor. Tahun ini pasti naik sedikitnya 5 persen,” bebernya.

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Rusdiana menyatakan, pihaknya akan memperketat pemantauan penjualan hewan di tepi jalan raya.

“Kami akan memantau satu persatu. Jika sudah mendekati Idul Adha, saya akan lakukan sidak di beberapa tempat. Saya akan pastikan semua hewan kurban di Semarang layak konsumsi dan dalam kondisi sehat,” tukasnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.