Musim Kemarau Panjang, Karyawan PDAM Semarang Salat Istisqa

Saat ini PDAM Tirta Moedal mengalami penurunan produksi hingga 50 persen.

SEMARANG- Salat Istisqa dilakukan oleh ratusan karyawan dan jajaran direksi PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Senin (15/10/2018) siang di halaman kantor Jalan Kelud Raya Sampangan, Semarang.

Salat Istisqa atau meminta hujan yang dilakukan para karyawan dan jajaran direksi PDAM Tirta Moedal Kota Semarang di halaman kantor Jalan Kelud Raya, Sampangan, Senin (15/10/2018). Foto: metrojateng.com/Masrukhin Abduh

Di tengah terik matahari, dengan khusyuk para karyawan mengikuti salat dua rakaat ini. Lalu dilanjutkan ceramah dan doa untuk meminta supaya segera turun hujan.

Penjabat Direktur Utama PDAM Tirta Moedal, Muhammad Farchan, sudah tiga bulan lebih pihaknya mengalami kesulitan suplai air baku. Khususnya yang dari daerah Kudu karena mengandalkan air hujan.

“Kekurangan air baku, karena kemarau panjang. Kami semua berharap kemarau panjang segera berakhir, sehingga pasokan air ke warga,” katanya.

BACA JUGA: PDAM Kota Semarang Perlu Instalasi Baru

Farchan menambahkan, sejumlah wilayah layanan PDAM Tirta Moedal sering terganggu suplai airnya.

“Bahkan di beberapa daerah Semarang bagian timur terpaksa harus diberlakukan penggiliran aliran dua hingga tiga hari sekali,” ujarnya.

Saat ini PDAM Tirta Moedal mengalami penurunan produksi hingga 50 persen dari keadaan normal. Untuk itulah melalui salat istisqa berharap Allah segera menurunkan hujan. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.