Mulai Sekarang Peserta JKN-KIS Wajib Rekam Sidik Jari

Sistem fingerprint untuk mengidentifikasi pasien di rumah sakit apakah yang bersangkutan benar-benar pemegang kartu JKN-KIS. 

SEMARANG – BPJS Kesehatan Cabang Semarang menerapkan sistem perekaman sidik jari (fingerprint) bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang berobat di rumah sakit. Aturan itu mulai berlaku per bulan Mei 2019.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Agus Purwono melakukan sosialisasi sistem perekaman sidik jari untuk identifikasi peserta JKN-KIS kepada pihak rumah sakit di wilayah Kota Semarang dan Kabupaten Demak, Jumat (3/5/2019). Foto: metrojateng.com/dok Istimewa

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Agus Purwono mengatakan, cara ini untuk mengidentifikasi pasien di rumah sakit apakah yang bersangkutan benar-benar pemegang kartu JKN-KIS.

“Jika sebelumnya pihak rumah sakit hanya mencocokkan data kartu JKN-KIS dan kartu identitas KTP di sistem aplikasi BPJS Kesehatan, kini verifikasi juga dengan sidik jari. Sehingga, apabila diketahui dalam verifikasi pasien yang berobat ketahuan tidak menggunakan kartu yang bukan miliknya, maka pelayanan kesehatan tidak akan dilanjutkan,” ungkapnya di sela kegiatan sosialisasi dan koordinasi teknis dengan rumah sakit di wilayah Kota Semarang dan Kabupaten Demak, Jumat (3/5/2019).

Diketahui, sistem sidik jari ini bukanlah hal baru di program JKN-KIS. Khusus peserta yang memperoleh pelayanan Hemodialisa (cuci darah) sistem tersebut telah dilaksanakan sejak akhir tahun 2017 lalu.

“Kita sedang berproses dalam mengubah prosedur pelayanan di JKN-KIS ini, sehingga ke depannya tidak perlu ditanyakan kembali masyarakat apakah ada kartu JKN-KIS atau  tidak mengingat data fingerprint sudah tersimpan di sistem kami,” katanya.

Implementasi perekaman sidik jari di program JKN-KIS ini dimulai secara bertahap. Tahap pertama bulan Mei 2019 untuk pelayanan Rehabilitasi Medik, poli Mata dan poli Jantung. Tahap kedua Agustus 2019 untuk Pelayanan Rawat Inap, lalu tahap ketiga Oktober 2019 untuk (Rawat Jalan Tingkat Lanjutan) RJTL bagi poli Penyakit Dalam, Anak, Bedah dan Obsgyn. Kemudian, tahap keempat Desember 2019 untuk seluruh pelayanan rawat jalan.

“Harapannya awal tahun 2020 sistem fingerprint dapat dilaksanakan secara menyeluruh,” tandasnya. (ang)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.