Mudik Natal dan Tahun Baru, GT Kalikangkung Padat

Ada kemacetan panjang dari pada tahun lalu di Kalikangkung karena ada peningkatan pemudik ke luar Semarang.

SEMARANG- Ratusan aparat kepolisian mempertebal penjagaan di ruas Tol Brebes sampai gerbang Tol Sragen untuk mengamankan jalannya arus mudik Natal dan pergantian tahun
1 Januari 2019 nanti.

Uji beban Jembatan Kali Kutho di ruas Tol Batang-Semarang, Sabtu (10/11/2018). Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Kepala Biro Operasi Polda Jateng, Kombes Pol Hariyanto mengungkapkan titik kemacetan tertinggi diprediksi muncul di gerbang Kalikangkung yang berada di antara Tol Batang-Semarang. Hal ini terkait kemacetan lantaran ada pemudik yang akan masuk ke pusat Kota Semarang menuju berbagai daerah.

“Pasti ada kemacetan panjang daripada tahun lalu di Kalikangkung karena ada peningkatan pemudik yang mau bergerak ke luar Semarang. Potensi kemacetan lainnya juga akan terjadi di sejumlah obyek wisata,” tuturnya, usai menghadiri koordinasi antar unsur pemangku kebijakan daerah di Hotel Haris, Jalan Ki Mangunsarkoro, Semarang, Rabu (19/12/2018).

Ia menyatakan jumlah personelnya yang dikerahkan untuk mengamankan Natal dan pergantian tahun mencapai 720 orang. Mereka, katanya juga menjaga 98 rest area yang ada di Tol Brebes sampai Sragen.

Sistem penjagaan jalan tol dibagi dua sesi. Penerapannya mirip penjagaan saat Idul Fitri kemarin. Kemudian di jalur jalan raya, ia juga mendeteksi adanya potensi kemacetan di Kota Pekalongan. Di Kota Batik tersebut, akan ada banyak orang yang berjubelan untuk mencoba ruas tol yang baru diresmikan pemerintah.

“Di jalur reguler Kota Pekalongan juga akan muncul kemacetan. Soalnya banyak orang penasaran mau coba jalan tol yang baru. Nah, kerawanan macet lainnya kita perkirakan pula ada di Solo dan Kota Semarang,” ujar Hariyanto.

Untuk menekan kemacetan, sesuai instruksi Gubernur Ganjar Pranowo, pihaknya bakal membatasi muatan kendaraan berat yang lewat di fly over Kretek Bumiayu, Brebes.

Caranya pihaknya akan mengoptimalkan pengawasan di jembatan timbang. “Muatannya tidak boleh sampai 8 ton. Maka kami terbitkan larangan kendaraan berat lewat tol. Kecuali truk pengangkut BBM, barang ekspor dan sembako,” ungkapnya.

Hariyanto mengingatkan pemudik Natal supaya mewaspadai kerawanan kecelakaan di jalur Pantura. Dengan kondisi curah hujan yang tinggi, ia menyebut kecelakaan lalu lintas berpotensi terjadi di Pantura karena kondisi jalanan licin. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.