Mudik Lebaran 2019, Pesawat Sepi Peminat

Tidak Ada Extra Flight

Tak hanya jumlah pesawat saja yang turun, tetapi juga frekuensi kedatangan pesawat juga menurun sebanyak 45 persen

SOLO – Jumlah pengguna jasa penerbangan melalui bandara Internasional Adi Soemarmo Solo mengalami penurunan hingga 47 persen dibandingkan 2018. Penurunan penumpang terus terlihat sejak H-7 hingga H-2 Senin (3/6/2019).

Penumpang melihat jadwal penerbangan di Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo. (foto: metrojateng/MJ-25)

Persentase penurunan terbesar terjadi pada H-6 (30/5/2019) yakni dari 8.977 penumpang menjadi 4.667 penumpang atau turun 53 persen. Sedangkan pada prediksi puncak arus mudik pada H-4 (2/6/2019) jumlah penumpang hanya 5.225 orang, jumlah tersebut turun 41 persen bila dibandingkan dengan H-4 tahun 2018 sebanyak 8.913 orang.

Airport Operation & Safety Senor Manager, Iwan Novi memperkirakan prosentase penurunan akan terjadi hingga H-1 mendatang. Iwan mengatakan jika merujuk data penumpang H-2 jumlah penumpang mengalam penurunan sekitar 47 persen, yakni sebanyak 3.711 orang, sedangkan di tahun 2018 sebanyak 6.932 orang.

“Dari data ini tak hanya jumlah pesawat saja yang turun, tetapi juga frekuensi kedatangan pesawat juga menurun sebanyak 45 persen, jika tahun 2018 ada 38 pesawat, sekarang 21 pesawat. Dan untuk cargo juga menurun 80 persen, dari tahun 2018 ada 13.215 kg, Sekaran hanya 2.594 kg,” ujarnya saat ditemui di Bandara Adi Soemarmo, Senin (3/6/19).

Lebih lanjut, Iwan menambahkan sepinya penumpang mudik di tahun ini juga berdampak pada tidak beroperasinya satu slot pesawat tambahan atau extra flight. Iwan mengaku slot tambahan tersebut awalnya diajukan oleh maskapai penerbangan Batik-Air untuk rute Jakarta (Halim Perdanakusuma) – Solo dengan menggunakan pesawat jenis A320 dengan kapasitas 156 seat.

“Kalau extra flight ini saat ini tidak beroperasi, karena penumpang sudah tercover pada jadwal penerbangan regular yang ada, terlebih Batik-Air ini kan milik Lion Group jadi bisa dialihkan ke pesawat lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, General Manager (GM) PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Soemarmo, Abdullah Usman mengatakan berkurangnya penumpang ini terjadi karena banyak pemudik memilih jalur darat dibandingkan angkutan udara.

“Pilihan itu juga karena tol Trans Jawa telah beroperasi penuh. “Kini perjalanan jauh melalui tol lebih cepat, nyaman, dan bebas macet,” ucapnya. (MJ-25)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.