Modus Baru Peredaran Narkoba, Sabu-sabu Disembunyikan di Kamar Hotel

Modus menaruh narkoba di pinggir jalan atau bawah pohon sudah usang.

SEMARANG- Aparat Reserse Narkoba Polrestabes Semarang mengungkap modus baru peredaran sabu di Kota Semarang. Tersangka Eliya Norma (36), warga Plombokan, Semarang Utara mengedarkan sabu melalui media kamar hotel.

Gelar perkara kasus pengedar sabu melalui kamar hotel di Mapolrestabes Semarang, Kamis, 9 Agustus 2018. Foto: metrojateng.com/Efendi

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji mengatakan Eliya diringkus di sebuah hotel di Kota Semarang usai mengambil sabu, Rabu (8/8) kemarin. Bersama tersangka, petugas juga menyita sabu seberat 165 gram serta 53 pil ekstasi.

“Tersangka ini ditangkap oleh tim kami saat hendak keluar dari hotel. Ia habis mengambil barang (sabu) yang tadinya di taruh di bawah kasur sebuah kamar. Memang ini tergolong modus baru di Kota Semarang,” kata Abi di Mapolrestabes Semarang, Kamis (9/8).

Abi juga mengatakan, Eliya sudah tujuh bulan menjadi pengedar sabu. Dua minggu sekali setidaknya ia mendapat kiriman sabu seberat 500 gram untuk diedarkan kembali. Ia mendapat kiriman tersebut dari seseorang berinisial K yang kini masih menjadi DPO petugas kepolisian.

“Setiap dua minggu tersangka mendapat kiriman sabu sekitar 500 gram, sabunya dikirim ke sebuah hotel. Lalu sabu itu dibagi dua, 300 gram ditinggal di tempat, sedangkan 200 gram diedarkan oleh tersangka,” imbuh Abi.

Dalam pengedarannya, Eliya memesan kamar di sebuah hotel. Ia kemudian check in sekaligus menaruh sabu di dalam kamar. Setelah itu ia meninggalkan kamar dan menitipkan kunci kepada resepsionis hotel.

“Kunci kamar dititipkan di front office, dengan alasan kunci akan diambil seseorang lalu tersangka meninggalkan lokaso, kemudian orang yang membeli mengambil kunci sesuai arahan dan mengambil barang tersebut,” beber Abi.

Sementara, Kasat Resnarkoba Polrestabes Semarang AKBP Sidiq Hanafi mengira modus tersebut digunakan oleh tersangka lantaran modus lama sudah tidak aman lagi.

“Jadi modus yang naruh di pinggir-pinggir jalan itu menurut mereka sudah tidak aman lagi, makanya mereka pakai modus ini melalui kamar hotel. Kebetuoan hotel yang dipakai itu hotel berbintang kelas menengah ke atas,” tukas Hanafi.

Kini Eliya yang juga merupakan residivis kasus serupa harus mempertanggungjawabkan prrbuatannya. Ia ditahan di Mapolrestabes Semarang menunggu proses hukum. (fen)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.