Modus Baru Penyelundupan Narkoba di LP Kedungpane

Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas I A Kedungpane Semarang tergolong sangat tinggi dalam kasus penyelundupan narkoba.

Foto:  Dewa Putu Gede, Kepala Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Tengah, dan Kadivpas Heni Yuwono saat ikut tes urine di kantornya. (Foto: Fariz Fardianto/metrojateng.com)

 

SEMARANG – Tingkat penyelundupan obat-obatan terlarang di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I A Kedungpane Semarang tergolong sangat tinggi. Bahkan, saat ini ditemukan modus baru dalam penyelundupan narkoba ke dalam LP.

Orang tak bertanggung jawab berupaya menyelundupkan narkoba ke dalam penjara dengan cara melemparkan barang-barang terlarang tersebut melintasi tembok.

“Menurut pengamatan mata batin saya selama ini yang paling rawan itu di Lapas Kelas I Semarang. Karena di sana masih ada upaya hukum. Ada tahanan yang berproses. Sehingga masih terjadi penyeludupan,” kata Dewa Putu Gede, Kepala Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Tengah, saat dikonfirmasi metrojateng.com, di kantornya, Jalan Dr Cipto Semarang Timur, Senin (11/2/2019).

Kerawanan muncul mulai adanya oknum masyarakat yang melempar barang haram tersebut dari luar melintasi tembok. Ia menduga ada oknum masyarakat yang mendukung hal itu, sehingga mereka sengaja melemparkan barang selundupan ke dalam penjara.

Selain itu, katanya kerawanan penyelundupan yang tergolong tinggi juga terjadi di Lapas Ambarawa dan Purworejo. Meski demikian tak menutup kemungkinan di lapas-lapas dan rutan kecil lainnya juga punya potensi serupa.

Saat ini ia telah mengingatkan kepada para pengelola lapas dan rutan guna menjaga komitmennya dalam mengawasi penyeludupan narkoba. Termasuk penyelundupan telepon genggam  juga sangat berbahaya saat ini.

“Kami akan hentikan total karena keberadaan hape sering digunakan untuk bertransaksi narkoba. Dan selama ini sulit dikendalikan karena komitmen dan integritas pegawai kami yang rendah,” terangnya.

Pihaknya akan gencar membina para pegawainya demi meningkatkan komitmen dan akhlaq mereka agar tidak terlibat penyeludupan narkoba dan telepon genggam.

“Kami akan melakukan penggeledahan di seluruh lapas dan kantor lembaga pembinaan khusus seluruh Jawa Tengah. Bahkan di tempat ibadah pun akan diperiksa,” tegasnya.

Apalagi, sesuai perintah Dirjen PAS Kemenkumham dalam surat edaran nomor PAS-126.PK.02.10.01 Tahun 2019 telah memerintahkan langkah progresif dan serius upaya pemberantasan narkoba di rumah tahanan negara, cabang rumah tahanan negara, lembaga pemasyarakatan dan lembaga pembinaan khusus anak.

Dirjen PAS, ujarnya juga ingin memberlakukan tes urine acak di semua kantor perwakilan Kemenkumham.

“Hari ini kami lakukan tes urine di Kumham Jateng. Ada 40 orang yang dites sampel urinenya,” tuturnya.

Pihaknya akan melibatkan BNN untuk melakukan penindakan bagi para penyelundup narkoba. Pihaknya juga tak segan menindak pegawainya yang kedapatan terlibat kejahatan narkoba dan penyelundupan telepon genggam.

“Narapidana yang terlibat akan ditempatkan di lapas maximum security dengan one man one sel. Pegawai yang tersangkut masalah ini akan diproses hukum dan ditindaklanjuti kepegawaiannya sampai terberat diberhentikan,” bebernya.

“Kami akan mengawasi super ketat jam kunjungan di tiap lapas dan rutan. Pegawai yang punya kewenangan ikut diawasi dengan sungguh-sungguh,” kata Dewa. (far)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.