Moch Soebroto Tak Seangker Dulu

Shopee Liga 1 2019

Musim lalu Moch Soebroto begitu ditakuti tim-tim tamu dan berperan penting dalam kebangkitan PSIS hingga lolos dari jerat degradasi.

MAGELANG – PSIS Semarang kembali kehilangan poin di kandang. Stadion Moch Soebroto yang dulu angker kini tak lagi menakutkan untuk lawan-lawan Mahesa Jenar.

Septian David Maulana dan PSIS belum bisa konsisten mendulang poin di Stadion Moch Soebroto. Foto: metrojateng.com

PSIS harus mengakui ketangguhan PS Tira-Persikabo pada laga pekan ke-12 Shopee Liga 1, Jumat (2/8/2019). Gol-gol Wawan Febrianto dan Ciro Alves membungkam Hari Nur Yulianto cs di Stadion Moch Soebroto.

Hasil tersebut menambah panjang laju negatif armada besutan Jafri Sastra setelah dipermalukan Persib Bandung 0-1 di tempat yang sama. Total sudah tiga kali PSIS menelan kekalahan dari enam laga home sejauh ini.

Kalteng Putra menjadi tim pertama yang memetik tiga poin di stadion milik Pemkot Magelang itu. Mahesa Jenar pun sudah kehilangan 11 poin dari 18 poin maksimal yang bisa diraup dari enam kali berlaga di kandang.

Padahal musim lalu Moch Soebroto begitu ditakuti tim-tim tamu dan berperan penting dalam kebangkitan PSIS hingga lolos dari jerat degradasi. PSIS mengakhiri Liga 1 2018 di peringkat 10 dengan torehan 46 poin.

Ada 36 poin yang dihasilkan juara Liga Indonesia 1999 itu saat bermain di Moch Soebroto. Rinciannya 11 kali menang, 3 seri dan dua kekalahan. Satu kekalahan kandang lainnya didapat saat menjamu Persija di Stadion Sultan Agung Bantul.

Bahkan di era Jafri Sastra, PSIS menyapu bersih enam laga kandang. Persib Bandung, Arema FC, Persipura, hingga Sriwijaya FC adalah beberapa tim yang menjadi korban magis Moch Soebroto. Sedangkan lima kemenangan kandang musim kemarin dihasilkan bersama Vincenzo Alberto Annese.

Di musim itu tim Ibukota Jateng hanya kehilangan 12 poin di kandang. Bhayangkara FC dan PS Tira, dua tim yang sanggup mencuri poin penuh di Moch Soebroto. Sedangkan tiga hasil imbang didapat Bali United, Madura United dan PSM Makassar.

Sementara kompetisi Liga 1 2019 belum sampai paruh musim, PSIS sudah kehilangan 11 poin di kandang. Dari enam kali home, Mahesa Jenar hanya sanggup menghasilkan tujuh poin usai dua kali menang atas Persija dan Persela serta seri lawan Barito Putera.

Dengan jumlah pertandingan yang sama, hasil tersebut lebih buruk bila dibandingkan musim 2018. Enam laga home pertama tahun kemarin dilalui PSIS dengan tiga kemenangan, sekali imbang, satu kali kalah dan menghasilkan 10 poin.

Jafri Sastra pun enggan mencari kambing hitam atas hasil minor yang didapat anak asuhnya. Pria asal Payakumbuh itu siap memikul tanggung jawab tersebut.

“Tiga kali kalah dan satu kali seri di kandang, itu tidak baik untuk semua, untuk tim kami. Tidak perlu mencari kambing hitam dan menyalahkan siapa-siapa, ini tanggung jawab saya,” kata Jafri seusai pertandingan.

“Kami harus terus menjaga keyakinan untuk meraih kemenangan di laga selanjutnya lawan Persipura,” tegasnya.

PSIS masih menyimpan dua laga home di putaran pertama. Persipura akan dijamu pada Selasa (6/8) dan Madura United pada Sabtu (24/8).

Empat laga lainnya akan digelar di kandang Semen Padang (16 Agustus), Bhayangkara FC (20 Agustus), Arema FC (31 Agustus) dan pertandingan tunda kontra PSM Makassar yang masih menunggu jadwal dari operator. (twy)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.