Mobile Edabu Mudahkan Badan Usaha Kelola Data Karyawannya

Sosialisasi-Nur Wulan Uswatun Khasanah Kepala Bidang Perluasan Pengawasan dan Pemeriksaan Peserta BPJS kesehatan Cabang Semarang, saat memberikan penjelasan manfaat Edabu bagi badan usaha, sehingga tidak perlu antre ke kantor BPJS Kesehatan untuk mengurus data tenaga kerja. (tya)

 

SEMARANG,METROJATENG.COM – Sejak tahun 2015 BPJS Kesehatan telah merilis Elektronik Data Badan Usaha (Edabu). Tujuan diluncurkannya Edabu ini untuk memudahkan badan usaha dalam mengurus kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) pekerjanya.

Sejak dirilis, saat ini Edabu telah merilis Edabu versi 4.2 untuk memperbaiki berbagai kekurangan dari versi sebelumnya. Aplikasi Edabu terbaru ini  memiliki fitur menarik diantaranya cek data kepesertaan, tambah dan edit data kepesertaan, approval, laporan rekap iuran, serta cetak kartu dan cetak tagihan.

“Pemberi kerja maupun HRD tak perlu lagi menghabiskan banyak waktu untuk mengantre di kantor BPJS Kesehatan.Para HRD cukup menggunakan aplikasi  tersebut dengan mengakses https://edabu.bpjs-kesehatan.go.id/Edabu dimanapun dan kapanpun,” tutur Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang I Gusti Ayu Mirah S.

Nur Wulan Uswatun Khasanah – Kepala Bidang Perluasan Pengawasan dan Pemeriksaan Selasa(15/9) mengatakan jumlah peserta BPJS kesehatan Cabang Semarang, untuk kepesertaan JKN-KIS  segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) di  wilayah kota Semarang mencapai 653.311 jiwa dan di kabupaten Demak sebanyak 242.768 jiwa. Untuk mengantisipasi kebutuhan pengelolaan data karyawan oleh badan usaha, baru-baru ini BPJS Kesehatan juga meluncurkan Edabu dalam versi Mobile, yang dikembangkan untuk memberikan fasilitas bagi badan usaha dalam mengakses data pekerjanya. 

“Hadirnya aplikasi ini juga merupakan strategi BPJS Kesehatan dalam menghadapi pandemi Covid 19 dan kemudahan mengakses data melalui media online,” ungkap Wulan.

Aplikasi Edabu Mobile ini dapat diunduh melalui Playstore dengan memiliki fitur untuk cek data peserta, riwayat pembayaran, data mutasi, tren pembayaran, dan konten kesehatan. Namun perlu diketahui untuk Edabu Mobile ini tidak bisa dilakukan untuk mutasi peserta sehingga PIC badan usaha harus tetap menggunakan Edabu versi 4.2.

Aplikasi E-Dabu merupakan sebuah inovasi yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan sebagai bukti dari komitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik, kemudahan akses serta kepraktisan pelayanan bagi peserta program JKN-KIS. “Mengurus pekerja bukanlah hal yang mudah, namun BPJS Kesehatan selalu memberikan kemudahan lewat aplikasinya.

Selain itu untuk memutus rantai penyebaran Covid 19 ini, BPJS Kesehatan selalu mengembangkan fitur aplikasi Mobile JKN yang saat ini telah ada 14 fitur,” tambahnya.

Menurut Wulan 14 fitur ini meliputi pendaftaran dan informasi kepesertaan serta perubahan data kepesertaan, konsultasi dokter, pendaftaran pelayanan, ketersediaan tempat tidur, jadwal tindakan operasi fitur kartu KIS Digital, tagihan iuran, pembayaran iuran via mobile dan autodebet, skrining riwayat kesehatan dan skrining Covid 19, pengaduan dan permintaan informasi seputar JKN-KIS.

Selain itu BPJS Kesehatan juga telah meluncurkan dua inovasi layanan baru yaitu Chat Assistant JKN (Chika) dan  Voice Interactive JKN (Vika). Chika dapat diakses melalui media sosial seperti Facebook Messenger (BPJS Kesehatan), Telegram (BPJSKes_bot) dan Whatsapp (08118750400), sementara Vika merupakan layanan informasi menggunakan mesin penjawab untuk mengecek status tagihan dan status kepesertaan dengan menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 1500 400. Hadirnya Chika dan Vika diharapkan mampu membantu peserta JKN-KIS memenuhi kebutuhannya.(tya)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.