Mobil Parkir Sembarangan di Segitiga Emas ‘Siap-siap’ Diderek!

Kawasan segi tiga emas Semarang menjadi prioritas penerapan tertib lalu lintas.

SEMARANG – Dinas Perhubungan Kota Semarang memastikan kawasan segi tiga emas yaitu Jalan Pemuda, Pandanaran, Gajahmada dan Pahlawan jadi kawasan tertib lalu lintas. Kendaraan yang melanggar larangan parkir akan ditindak tegas.

 Petugas Dishub Kota Semarang kembali melakukan penertiban parkir sembarangan di wilayah Segitiga Emas Semarang. (metrojateng.com)

Kawasan segi tiga emas itu menjadi prioritas penerapan tertib lalu lintas. Salah satu contoh dua mobil di Jalan Pemuda kemarin diderek karena melanggar larangan parkir sekaligus parkir di dekat halte BRT Trans Semarang.

‘’Kalau mobil misalnya dibiarkan di tempat hanya digembok, itu nggak akan mengurai masalah. Makanya penindakan terakhir tetap dilakukan penderekan,’’ kata Kepala Dishub Kota Semarang Endro Pudyo Martantono, Selasa (23/7/2019).

Dia mengimbau masyarakat untuk memarkir kendaraan sesuai dengan rambu-rambu. Selama tidak melanggar tidak akan ditindak. Kantor atau instansi di kawasan segi tiga emas juga diminta menyediakan kantong parkir.

‘’Kalau instansi pemerintah saya rasa (tempat parkir) sudah cukup. Instansi lain selama digunakan untuk karyawannya juga saya rasa cukup. Tapi banyak karyawan yang parkir di atas trotoar karena mengeluh di dalam tarif parkirnya mahal, ya tetap kami tindak,’’ ungkapnya.

‘’Tapi kami sudah coba komunikasikan dengan pihak manajemen, di dalam mungkin ada perlakuan khusus untuk karyawan agar tidak parkir di trotoar,’’ lanjut Endro.

Pihaknya memastikan akan terus melakukan penindakan sebagai upaya preventif mencegah macet di segi tiga emas. Sesuai dengan ketentuan kendaraan yang diderek tetap akan ditilang kepolisian baru boleh diambil lagi.

‘’Jadi tetep ini ada penindakan hukumnya juga dari kepolisian, karena dia sudah pasti berhenti di tempat larangan,’’ tegasnya.

Namun pihaknya masih kesulitan untuk menindak armada besar seperti truk trailer karena belum memiliki alat derek yang memadai. Sehingga truk-truk trailer yang dijumpai banyak melanggar parkir di bahu jalan arteri Seokarno-Hatta masih belum bisa dilakukan penindakan secara maksimal.

‘’Karena dereknya ini yang belum punya. Ke depan tentu dalam waktu dekat akan melakukan pengadaan selama APBD memenuhi,’’ pungkasnya. (duh)

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.