Minat Masyarakat Semarang Berinvestasi di Bursa Berjangka Tinggi

Total volume transaksi meroket naik 32,41 persen menjadi 365,796 lot, dibandingkan kuartal pertama tahun 2018 sebesar 276,265 lot.

SEMARANG – Minat masyarakat Kota Semarang untuk berinvestasi di bursa berjangka tergolong tinggi. Kondisi itu tercatat dalam kinerja PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) pada kuartal pertama tahun 2019.

Perwakilan PT Rifan Financindo Berjangka sedang memaparkan tentang investasi di bursa berjangka pada acara talkshow Seluk Beluk Investasi di PBK dan Paparan Kinerja RFB Semarang di Cafe Strada, Jumat (14/6/2019). Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Berdasarkan laporan hasil kinerja perusahaan pialang tersebut total volume transaksi meroket naik 32,41 persen menjadi 365,796 lot, dibandingkan kuartal pertama tahun 2018 sebesar 276,265 lot. Pertumbuhan itu diketahui terus di level positif sejak RFB membuka cabang di Semarang pada tahun 2012.

Kepala Cabang PT Rifan Financindo Berjangka Semarang, Mia Amalia mengatakan, perkembangan investasi secara keseluruhan di Semarang sangat potensial. Hal ini didukung dengan daya beli masyarakat yang juga tinggi, sehingga animo untuk berinvestasi juga cukup tinggi.

“Total nasabah aktif yang setiap hari melakukan transaksi di Semarang sampai saat ini kurang lebih 300 orang. Dengan nilai investasi bermacam-macam mulai dari 10 ribu dolar AS, 300 ribu dolar AS, bahkan ada yang sampai 400 ribu dolar AS,” ungkapnya di sela acara talkshow Seluk Beluk Investasi di PBK dan Paparan Kinerja RFB Semarang di Cafe Strada, Jumat (14/6/2019).

Diketahui, mayoritas investor di Semarang di usia kisaran 35 tahun. Investasi di bursa berjangka tersebut diperuntukkan bagi nasabah usia 21 tahun ke atas, bila di bawah 21 tahun akan diminta perwakilan bisa orangtua atau lainnya.

“Sampai akhir tahun 2019 untuk di Semarang kami menargetkan pertumbuhan nasabah baru sampai 300 orang. Sedangkan untuk total volume transaksi tiga bulan kemarin sampai Maret, kami sudah mencapai 17,205 lot atau naik 28,47 persen,” jelasnya.

Sementara CEO PT Rifan Financindo Berjangka, Teddy Prasetya mengungkapkan, total volume transaksi bilateral atau Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) Perseroan menjadi katalis dengan kontribusi mencapai 81,80 persen, dan tumbuh mengagumkan dari jumlah transaksi sebesar 58,35 persen atau 299,206 lot. Sementara total volume transaksi multilateral sedikit terkoreksi 23,73 persen dari kuartal pertama tahun 2018.

“Tertekannya harga komoditas domestik hingga akhir Maret, seperti minyak sawit, karet, emas, dan logam lainnya yang menunjukkan tren penurunan harga menyebabkan perlambatan pada volume transaksi multilateral,” ungkapnya.

Sepanjang Januari hingga Maret 2019, total nasabah baru RFB secara nasional naik sebanyak 922 nasabah. Dibandingkan tahun 2018 pada posisi yang sama meningkat 39,49 persen. Strategi layanan edukasi dengan pengalaman yang menyenangkan menjadi andalan Perseroan untuk menjaring nasabah. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.