Millennial Road Safety Festival Batal Digelar di Alun-alun Tegal

Diprotes Ulama dan Umaro

Kawasan tersebut berdekatan dengan Masjid Agung dan kegiatan MRSF berbarengan dengan pengajian rutin di Gedung Bani Saleh.

TEGAL – Pelaksanaan Millennial Road Safety Festival (MRSF) yang rencananya akan digelar Polres Tegal Kota di kawasan Alun-alun pada Minggu (24/2) pagi dibatalkan, menyusul adanya penolakan dari Ulama dan Umaro.

Jajaran Polres Tegal Kota membatalkan acara MRSF usai melakukan pertemuan dengan Ulama Umaro di Ponpes Daarul Hijrah. Foto : metrojateng.com/ adithya

Hal tersebut mengemuka, usai jajaran Polres Tegal Kota melakukan pertemuan dengan para Ulama Umaro dan Tokoh Agama setempat di Pondok Pesantren Daarul Hijrah, Jumat (22/2/2019) malam. Penolakan terjadi, mengingat acara yang bertajuk keselamatan lalu lintas tersebut menampilkan hiburan dangdut.

Pengasuh Ponpes Daarul Hijrah, Habib Thohir bin Abdullah Al Kaff mengatakan, pelaksanaan hiburan dangdut pada acara MRSF dinilai kurang tepat, mengingat kawasan Alun-alun merupakan zona netral untuk hiburan. Terlebih, kawasan tersebut berdekatan dengan Masjid Agung dan kegiatan MRSF berbarengan dengan pengajian rutin di Gedung Bani Saleh.

“Sudah hampir 10 tahun kawasan Alun-alun bersih dari kegiatan yang ‘kurang tepat’. Dengan adanya kegiatan tersebut (MRSF-red) dikhawatirkan akan terjadi sesuatu,” beber Habib Thohir membuka pertemuan.

Menurut Habib Thohir, penolakan tersebut murni tanpa tendensi apapun, agar Kota Tegal tetap aman dan kondusif. Sebab, pihaknya khawatir jika kegiatan MRSF tetap dilaksanakan maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Terlebih, sambung Habib, kawasan Alun-alun yang berdekatan dengan Masjid Agung sudah tidak diperbolehkan digunakan untuk hiburan. Dimana hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Walikota Tegal Nomor 655.1/ 001 tentang Pemanfaatan Alun-alun Kota Tegal.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Tegal Kota, AKBP Siti Rondhijah mengemukakan, MRSF merupakan kegiatan yang diprogram terpusat dari Mabes Polri. Dimana dari hasil penelitian tentang laka lantas, diperoleh data di setiap tahun, sejak 2011 hingga 2018 angkanya telah mencapai 30 ribu korban.

Adapun 25 persen dari jumlah tersebut, korban yang meninggal dunia merupakan anak-anak usia muda dengan status masih pelajar. Dengan adanya program MRSF, diharapkan pada 2020 mendatang jumlah laka lantas mampu turun hingga 15 persen.

“Saya sebagai pimpinan yang bertanggungjawab mengaturkan permohonan maaf. Bilamana kegiatan MRSF dinilai kurang tepat diadakan di kawasan Alun-alun, maka saya beserta jajaran dengan besar hati siap untuk membatalkan dan akan mengubah jadwal pelaksanaannya,” terang Kapolres. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.