Meski Dipugar, Candi Mendut Tetap Dibuka untuk Wisatawan

image
Candi Mendut. (Dok. Pemuda-bali.blogspot.com)

MAGELANG – Candi Mendut yang berlokasi di Desa Mendut Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang saat ini sedang dipugar. Meski demikian, wisatawan yang berkunjung tetap diperbolehkan melihat dari dekat. Bahkan mereka bisa melihat langsung proses pemugaran candi tersebut.
“Wisatawan tetap boleh masuk dan justru keuntungan bagi mereka bisa melihat secara langsung proses pemugaran candi. Ini justru menjadi atraksi wisata pendidikan,” terang Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB) Marsis Sutopo, Kamis (10/9).
Pihaknya ingin memperlihatkan kepada wisatawan dan masyarakat umum bagaimana BKB memelihara Candi Mendut sesuai dengan standar pemeliharaan wisatawan dunia.
Marsis menjelaskan, Candi Mendut dipugar lantaran terjadi kebocoran pada bagian atap. Candi Buddha ini mengalami kebocoran kemungkinan karena jarak antar batu pada atap sudah mengalami pengelupasan. Pemugaran akan dilakukan selama 60 hari ke depan.
Menurut Marsis, bila terjadi kebocoran maka air bisa masuk dan akhirnya area candi menjadi lembab. Hal itu bisa memicu tumbuhnya lumut pada kerak candi.”Kebocoran bisa mengakibatkan faktor kerusakan di bagian tubuh candi yang lain. Perbaikan yang kita lakukan untuk menghentikan rembesan air yang masuk,” katanya.
Pada awal minggu ini, tenaga lokal menyiapkan perancahnya terlebih dulu untuk perbaikan selama dua bulan ke depan. Beberapa pekerjaannya seperti mengecek secara detail bagian-bagian atap yang mengalami kerusakan. Secara teknis, jarak antar batudibenahi oleh tenaga lokal. Jika memang sudah tidak berfungsi maksimal, maka nantinya bagian atap candi akan ditutup dengan bahan mortar. Hal itu dimaksudkan agar saat musim hujan tiba, candi sudah selesai diperbaiki dan pengunjung bisa menikmati obyek wisata ini dengan nyaman.
Ia menjelaskan beberapa faktor penyebab pelapukan batu yang terjadi pada candi. Seperti faktor kualitas batu candi itu sendiri yang bisa dipengaruhi oleh tingkat porositasnya. Kemudian adanya faktor lingkungan di sekitar candi dan faktor manusia saat melakukan proses perawatan candi.
“Penggunaan bahan kimia saat perawatan nantinya juga akan mempengaruhi tingkatpengeroposan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasi Layanan Konservasi BKB Iskandar M. Siregar menjelaskan, perbaikan candi ini dikerjakan tenaga lokal yang tentunya didampingi BKB. Alokasi anggaran pemeliharaan Candi Mendut Rp 177 juta. Jenis pengerjaannya secara swakelola. Beberapa alokasi dana ini di antaranya untuk upah harian pekerja, membeli bahan-bahan perbaikan dan pembelian bambu.
Selain Candi Mendut, pihaknya juga tengah memperbaiki Candi Borobudur yang mengalami kebocoran, tepatnya pada lantai tiga sisi timur.
Salah satu wisatawan Jiafandanrangi dari Sulawesi Barat berharap, upaya perbaikan Candi Mendut bisa dipercepat. Hal ini karena potensi wisata di kawasan sekitar Mendut masih cukup banyak. Sehingga, dapat mempercantik kembali pemandangan Candi Mendut bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Magelang. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 37 = 42

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.