indonesia-cari-bakat

Meski Cuma Dibayar Rp 300 Ribu per Bulan, Guru-guru Ini Rela Jalan Kaki 3 Jam per Hari

?

BATANG – Menjadi sebagai pendidik merupakan panggilan jiwa, namun jarang yang rela berkorban untuk memberikan ilmu kepada anak-anak di daerah terpencil. Di Kabupaten Batang  sejumlah guru harus menempuh perjalanan berpuluh-puluh kilometer dengan medan yang terjal untuk mengajar di SMP Negeri 4 Bawang. Jalan yang dilalui tidak bisa diakses dengan kendaraan, sehingga guru-guru ini harus berjalan kaki menyusuri bukit hampir satu jam.

Belasan guru SMP Negeri 4 Bawang Batang  ini selalu berkumpul di satu titik jalan, untuk bersama-sama menuju sekolah yang berada di dusun Sigemblong Desa Pranten Kecamatan Bawang Kabupaten Batang. Ada yang menggunakan sepeda motor, ada juga yang berjalan kaki. Maklum, medan yang terjal dan akses jalan yang tidak bisa dilalui kendaraan memaksa belasan guru yang masih wiyata bakti ini harus berjalan kaki.

Kondisi jalan akan bertambah parah jika hujan turun di wilayah tersebut,  bahkan perjalanan para pendidik ini terkadang harus menembus kabut yang turun dari Gunung Prahu di dataran Dieng. Ada dua bukit yang harus dilalui dengan jalan kaki, yakni bukit Prenten dan bukit Sigemblong.

Kondisi bukit yang terjal, menjadikan perjalanan naik-turun bukit ini dilakukan dengan ekstra hati-hati. Lebih-lebih saat musim penghujan dengan resiko jatuh tergelincir ke tebing atau saat kabut turun yang dapat membatasai jarak pandang.

Di sekolah yang baru didirikan dua tahun silam ini, jam pelajaran dimulai pukul 08.00 WIB, hal ini wajar karena guru yang mengajar di sekolah ini bukan berasal dari wilayah tersebut. Para guru ini harus menempuh perjalanan satu hingga satu setengah jam, untuk bisa sampai di sekolahan. Hanya ada satu guru yang berstatus PNS dan merangkap sebagai kepala sekolah.

Sementara guru lainnya, hanyalah wiyata bakti yang hanya menerima honor Rp 300 ribu perbulannya. Semangat dari anak-anak Dusun Sigemblong dan dusun-dusun sekitarnya inilah, yang menggugah para guru pengabdian ini rela berjalan kaki naik-turun bukit. Walaupun honor bulanannya yang diterimanya tidak sebanding dengan perjuangan yang telah mereka lakukan.

Evaliyana Nuraisyah, salah satu guru wiyata bhakti ini mengaku iklas apa yang harus dijalani setiap harinya itu. Walaupun rasa lelahnya tidak pernah terbayarkan oleh honor yang sepadan dengan keringat yang dikeluarkan tapi semangat kami dibayar dengan semangatnya anak-anak disini belajar. Saya sudah dua tahun lamanya para pengajar wiyata bhkati ini berjuang demi kecerdasan anak-anak desa terperencil, jelasnya.

Evaliaya  tidak sendirian, di SMPN 4 Bwang ini terdapat sepuluh guru yang bernasib sama yakni masih wiyata bhakti. Pihak sekolah berharap agar pihak pemerintah memperhatikan nasib para guru yang telah teruji semangat dan etos kerja selama dua tahun mengabdi di sekolah setempat.

SMPN 4 Bawang merupakan bantuan  dana hibah pemerintah Australia, pembangunan di lokasi terperencil sengaja dilakukan untuk mendekatkan pendidikan sekolah menengah pertama pada anak-anak desa setempat, yang selama ini tidak dapat melanjutkan pendidikan tingkat pertama karena akses jalan tidak ada.

Sebelum sekolah ini didirikan, banyak  warga yang  lebih memilih menyekolahkan anak-anaknya ke Kabupaten Wonosobo karena faktor jalan yang lebih mudah  dibandingkan dengan ke wilayah Bawang Batang.  Fitriyani salah satu siswa  bercita-cita ingin menjadi guru agar anak-anak di lingkungan desanya berpendidikan.

Saya senang ada sekolah disini jadi tidak perlu ke luar kota. Meski cukup jauh tetapi kami siswa semangat, katanya.

Perjuangan guru di wilayah terpencil di Batang ini patut diacungi jempol dan layak disebut pahlawan tanpa tanda jasa. Satu keinginan dari guru yang mengajar adalah pemerintah memperhatikan kesejahteraan dan bisa membuka akses jalan agar memudahkan, saat berangkat maupun pulang. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat
Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

52 + = 53

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.