Merapi ‘Batuk-batuk’, Semua Jalur Pendakian Ditutup

SEMARANG – Badan SAR Nasional Jawa Tengah menyatakan semua jalur pendakian menuju puncak Gunung Merapi, untuk saat ini ditutup. Upaya tersebut dilakukan setelah pihak SAR berkoordinasi dengan Balai Taman Nasional Merbabu dan Merapi untuk menyikapi adanya letusan pada puncak gunung berapi tersebut.

Asap tebal terlihat di puncak Merapi, Jumat (11/5) pagi. Foto: metrojateng.com

“Kami sudah mengeluarkan peringatan kepada para pendaki agar tidak naik ke Merapi. Sebab, dari hasil koordinasi dengan Taman Nasional Merbabu dan Merapi, semua jalur pendakian setelah munculnya erupsi harus ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ungkap Kepala Basarnas Jawa Tengah, Noer Isrodin, Jumat (11/5).

Ia menjelaskan, penutupan jalur pendakian sampai kondisi Merapi berangsur normal. Untuk saat ini, ujar Isrodin terdapat 160 pendaki yang sempat tertahan saat Merapi mengalami erupsi.

Menurutnya dari 160 pendaki itu, terdapat 150 orang di antaranya sudah dievakuasi turun ke basecamp. “Dua tim kita yang mengevakuasi 150 pendaki turun dari puncak. Sedangkan, 10 orang sisanya masih dalam posisi turun melalui jalur Selo, Boyolali,” tutur Isrodin.

Meski begitu, ia mengaku belum bisa memastikan apakah para pendaki tersebut mengalami luka-luka atau tidak. Ia berjanji akan mengupdate informasi mengenai mereka jika sudah berhasil dievakuasi seluruhnya.

“Belum bisa dipastikan apakah ada yang terluka atau tidak. Nanti ya kita update lagi,” terang Isrodin. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

77 + = 82

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.