Menyukseskan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kurma

Oleh: Uswatun Khasanah

Bagi ibu menyusui, kurma dapat berfungsi sebagai galactogogues. Dimana galactogogues merupakan obat atau substansi selain obat yang dapat meningkatkan produksi ASI

AIR susu ibu (ASI) adalah makanan terbaik untuk pemenuhan gizi pada enam bulan pertama pertumbuhan bayi. Dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi, air susu ibu secara optimal dapat membangun ketahanan tubuh dari segala bentuk penyakit.

ilustrasi. sumber: popmama.com

Hal lain yang juga tak bisa dikesampingkan adalah, bahwa mendapatkan ASI secara eksklusif adalah hak bagi setiap bayi. Pemberian ASI secara eksklusif terbukti dapat menurunkan angka kematian bayi akibat infeksi sebesar 88%.

Di sisi lain, ada dampak mengadang bila bayi tidak diberi ASI secara eksklusif. Salah satunya adalah, bayi bisa menjadi rentan penyakit dan mudah sakit. Hal itu karena sistem kekebalan tubuhnya kurang.

Penelitian membuktikan ada sebanyak  31,36%  dari 37,94% anak sakit yang disebabkan karena tidak menerima ASI Ekslusif. Dari penelitian yang dilakukan di Aceh, bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif beresiko 1,4 kali lebih rentan terkena penyakit infeksi.

Hal yang menggembirakan adalah, jumlah cakupan ASI eksklusif di Indonesia meningkat dari tahun 2016 ke tahun 2017, telah mencapai 7,33%. Meskipun jumlah tersebut masih jauh dari target 90%.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan target tersebut belum dapat dipenuhi. Diantaranya adalah ketidaklancaran pengeluaran ASI oleh ibu. Salah satu penyebab tidak lancarnya pengeluaran ASI adalah karena nutrisi yang tidak tidak terpenuhi saat menyusui.

 

Keberhasilan dengan Kurma

Keberhasilan menyusui dipengaruhi oleh hormon yang sangat penting yaitu oksitosin. Hormon oksitosin ini disebut juga dengan hormon kasih sayang yang bertugas untuk merangsang sel-sel payudara, sehingga memicu keluarnya ASI dari “pabriknya” menuju ke saluran ASI.

Ketidaklancaran ASI bisa dicegah dengan nutrisi yang cukup. Sebetulnya, nutrisi yang cukup ini bisa diperoleh dari mana saja. Salah satunya dari buah buahan.

Kurma merupakan salah satu buah yang kaya nutrisi. Sudah bukan hal asing jika kurma memiliki kandungan kalsium dan zat besi yang bermanfaat bagi tubuh.

Dari penelitian yang dilakukan di Semarang, didapat hasil bahwa kurma merupakan salah satu buah dengan gizi lengkap yang dapat diberikan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu menyusui. Selain kalsium dan zat besi, ternyata kurma juga memiliki senyawa yang mirip dengan hormon oksitosin.

Bagi ibu menyusui, kurma dapat berfungsi sebagai galactogogues. Dimana galactogogues merupakan obat atau substansi selain obat yang dapat meningkatkan produksi ASI.

Sebaiknya, disamping ibu yang sedang menyusui mengkonsumsi makanan yang bergizi, dianjurkan juga untuk mengkonsumsi kurma.  Dosisnya adalah 100 gram atau 3 butir kurma per hari. Jumlah itu dapat membantu peningkatan produksi ASI.

Berdasarkan penjabaran tersebut, bisa disimpulkan bahwa kurma dapat membantu kelancaran pemberian ASI melalui “pabriknya”. Kurma pun tak hanya bisa dikonsumsi ansih buah saja. Melainkan dapat dipadu dengan yoghurt, sehingga bisa meningkatkan nilai gizinya.

Mengkombinasikan kurma dengan yoghur juga dapat meningkatkan variasi makanan. Yoghurt kurma dapat dikonsumsi sebanyak 500 gram per hari, dalam dua kali minum. (*)

———————————

Tentang Penulis. Uswatun Khasanah adalah mahasiswa program studi S1 Kebidanan, Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung, Semarang. Ia dapat dihubungi melalui email: uuskhasanah9595@gmail.com atau akun Instagram @mrs.nyuus2

Ucapan Lebaran 1440

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.