Menyantap Sate Kambing Sambil Belajar Sejarah Cepiring

Di warung ini juga terdapat tempat minum atau botol yang berusia lebih dari 300 tahun

KENDAL – Ingin mengenal sejarah Cepiring Kendal, coba datang saja ke warung sate di jalan raya Sriagung Cepiring Kendal. Di sini pelanggan bisa menikmati suasana tempo dulu dan belajar sejarah Cepiring melalui benda antik dan foto-foto kuno.

Pengunjung menikmati sate di Warung Pak Dul Cepiring. Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Sekilas tidak ada berbeda dari Warung Sate Pak Dul Tjepiring ini, menu yang disajikan juga hanya sate kambing, sate sapi dan gule. Namun yang berbeda dengan warung lainnya adalah konsep dan suasana, jika masuk di dalam warung yang sudah berdiri sejak tahun 1946 ini.

Foto-foto kuno terpajang rapi hampir di setiap sudut warung. Tidak hanya itu benda-benda antik juga dipajang pemilik warung untuk menambah kesan unik dan menarik. Warung dengan konsep museum mini ini mulai dikembangkan generasi ketiga warung Pak Dul Cepiring. Koleksi foto-foto kuno milik Ario Widiyanto sang pemilik warung, sengaja dipajang untuk mengenalkan sejarah Cepiring zaman penjajahan Belanda dan Jepang.

Menurut Ario Widiyanto, ide mengubah warung sate milik orangtuanya menjadi konsep museum mini ini untuk memberikan wawasan sejarah anak-anak jaman sekarang. Foto-foto kuno waktu jaman kejayaan pabrik gula Cepiring banyak terpasang di sini.

Tidak hanya itu, menurutnya Cepiring merupakan pertemuan tiga bangsa yakni Indonesia, Belanda dan Jepang banyak sejarah yang tersimpan.

“Tidak hanya foto-foto kuno yang menggambarkan Cepiring masa dulu, disini  ada botol kuno yang usianya lebih dari 300 tahun,” katanya, Sabtu (17/11/2018).

Botol peninggalan Belanda tahun 1714 ini koleksi pribadinya termasuk foto-foto jaman kuno serta surat kabar zaman kemerdekaan. Ario menambahkan pengunjung warungnya menikmati suasana tempo dulu dan bisa menjadi wahana belajar sejarah Cepiring waktu dulu.

Pengunjung bisa melihat koleksi foto kuno tentang Tjepiring. Foto: metrojateng.com/edi prayitno

“Konsepnya memang menjadi museum mini meski hanya berupa foto masa lalu Cepiring tetapi ini merupakan gambaran asli Cepiring sebelumnya,” imbuh Ario yang juga berprofesi sebagai guru.

Sementara itu bagi pengunjung warung, menikmati makan di sini serasa berada di zaman penjajahan Belanda. “Konsep museum mini lengkap dengan foto zaman dulu kota Cepiring menambah kenikmatan tersendiri saat menyantap menu sate kambing,” kata Priambodo.

Ditambahkan, tidak hanya itu benda-benda antik yang dipajang di warung juga bisa menjadi spot berfoto. “Jadi sambil menunggu makanan siap bisa melihat-lihat koleksi foto kuno dan benda-benda antik,” ujarnya.

Tidak hanya foto kuno Cepiring saja, di warung sate ini juga terpampang foto Presiden Indonesia mulai Soekarno, Soeharto, Abdulrahman Wahid, Megawati, BJ Habibie, Susilo Bambang Yudhoyono hingga Joko Widodo.

Penasaran dengan warung sate berkonsep mini museum ini silahkan mampir jika melintas di jalur pantura Cepiring Kendal. Dijamin Anda serasa kembali ke masa penjajahan sambil menikmati empuknya sate kambing. (MJ-01)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.