Menteri Susi Akui Masih Temukan Illegal Fishing oleh Negara Tetangga

SEMARANG – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengaku kondisi yang dialami oleh industri perikanan Indonesia saat ini cukup ironis. Pasalnya, ketika hasil produk perikanan di Indonesia saat ini telah menduduki nomor satu di Asia Tenggara, namun pembangunan di bidang perikanan belum fokus.

Menteri Susi Pudjiastuti dan Menristek Dikti, M Nasir saat menghadiri kegiatan Orientasi Diponegoro Muda (ODM) 2018, di Stadion Diponegoro, Undip Tembalang, Minggu (12/8/2018). Foto: metrojateng.com/fariz fardianto

Alhasil, Susi menyebut masih ada pencurian ikan (ilegal fishing) oleh negara tetangga.

“Saya katakan laut untuk masa depan bangsa dan jadikan laut sebagai beranda depan rumah kita, dengan mencintai, merawat dan menjaga laut kita. Undip saya yakin mampu mencetak mahasiswa yang memiliki integritas yang menjaga kedaulatan dan kehormatan wilayah laut kita. Banyak bisnis perikanan yang belum dikembangkan untuk masa depan bangsa,” kata Susi, tatkala menghadiri Orientasi Diponegoro Muda (ODM) 2018, di Stadion Diponegoro, Undip Tembalang, Minggu (12/8/2018).

Susi menyatakan, kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan sebagai tiga pilar kementeriannya untuk menjaga wilayah laut yang harus ditegakkan.

Lebih jauh lagi, Susi menuturkan menjaga kedaulatan laut berkaitan dengan kehormatan dan harga diri bangsa.

Terlebih lagi, terangnya, betapa penting merawat dan menjaga wilayah laut Indonesia yang memiliki pantai terpanjang kedua di dunia serta luas wilayah laut lebih dari 5,8 juta kilometer.

Oleh karenanya, Susi menegaskan tidak ada kompromi dalam penegakan hukum (law enforcement) terhadap hal ini, termasuk penenggelaman kapal-kapal pencuri ikan oleh negara tetangga. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.