Menteri PUPR akan Resmikan Revitalisasi Kota Lama Akhir Maret

Kota Lama Semarang yang saat ini sedang dipoles dan digadang-gadang menjadi warisan budaya dunia (world heritage) tak lama lagi akan diresmikan. Masyarakat bisa menikmati sensasi keindahan kawasan cagar budaya tersebut.

Pekerja sedang menggarap revitalisasi jalan depan Gereja Blenduk, Jumat (21/12/2018). Foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto

SEMARANG – Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, revitalisasi Kota Lama Semarang ditargetkan bisa selesai pada akhir Maret 2019. Saat ini proses pembangunan sudah mencapai sekitar 85 persen.

“Pembangunan penataan Kota Lama sampai tiga bulan ini harus selesai. Tahun lalu untuk pengerjaan ducting (saluran kabel) dan drainase (saluran air) memakan waktu lama,’’ katanya, Selasa (8/1/2019).

Saat ini pengerjaan ducting dan drainase tersebut sudah selesai semua. Tahun ini tinggal pemasangan batu andesit dan paving. “Sehingga tiga bulan ini saya rasa selesai,’’ imbuhnya.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pelaksana proyek PT Brantas dan Kementerian PUPR. Mereka menyatakan, kata wakil wali kota yang sekaligus Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang, akhir Maret akan selesai dan siap diresmikan oleh Kementrian PUPR.

“Setelah itu, pengunjung Kota Lama Semarang bisa menikmati keindahan Kawasan Kota Lama, yang kita gadang-gadang dalam waktu dekat menjadi warisan budaya dunia (world heritage),’’ tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang, M Irwansyah mengatakan, penataan Kota Lama akan disesuaikan dengan masterplan yang ada. Masterplan Kawasan Kota Lama Semarang dibagi dalam tiga zona.

Zona pertama terdiri dari Jalan Tawang, Merak, Garuda, Branjangan, Nuri, Cendrawasih, Kedasih, Srigunting, Sleko, Kutilang, Mpu Tantular, Kasuari, dan Merpati. Sedangkan zona dua terdiri dari Jalan Kenari, Pinggir Kali Semarang, Perkutut, Lentjen Suprapto, Suari, Kepodang, Sendoro, Gelatik, serta Jurnatan. Dan untuk zona tiga terdiri dari Kolam Retensi Mberok serta Kolam Retensi Bubakan.

“Penataan Kota Lama dikerjakan dua tahun anggaran dengan nilai Rp 156 miliar. Tahun anggaran yang pertama sudah dimulai pada November 2017 jadi targetnya Maret 2019 bisa diselesaikan,’’ jelasnya.

Dikatakan, penyelesaian revitalisasi tersebut mundur dari jadwal yang semula selesai Desember lalu, karena ada perubahan desain menjadi Maret 2019. (duh)

 

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.