Menteri Hanif : Sarjana Harus Kreatif dan Terampil

ilustrasi
?

DEMAK – Sarjana perguruan tinggi di Indonesia harus kreatif dan terampil guna memiliki daya saing di masyarakat. Hal tersebut disampaikan Menteri Tenaga Kerja RI Hanif Dhakiri dalam wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Al Quran (Stiq) Demak di Pendopo Kabupaten setempat, Senin (9/1/2017).

“Kuliah saja tidak cukup, lulusan perguruan tinggi harus terampil dan kreatif,” ujar Hanif Dhakiri.

Kreatif dan terampil, menurutnya menjadi bagian mempersiapkan diri dalam mengembangkan kualitas diri (SDM). Sehingga lulusan perguruan tinggi benar-benar berkualitas, terutama di bidang yang digelutinya.

Saat ini, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Salah satunya dengan merencanakan program kompetensi sekaligus sertifikasi di semua bidang keahlian.

“Upaya tersebut perlu dilakukan untuk mengurangi angka pengangguran di negeri ini. Maka perlu adanya peningkatan profesionalitas SDM,” papar dia.

Menurutnya, tiga tantangan yang masih harus dihadapi bangsa ini adalah kemiskinan, kesenjangan sosial, dan pengangguran.

“Tiga persoalan ini memang sudah menurun misalnya angka kemiskinan dari 11,1 persen menjadi 10,8 persen, kesenjangan sosial dati 0,41 persen menjadi 0,39 persen, dan pengangguran dari angka 6,18 erweb menjadi 5,61 persen. Namun, tiga hal ini masih alan ditekan lagi,” ungkapnya.

Ketua Stiq Demak, Niam Ansori menambahkan bahwa wisuda Stiq yang kedua ini diikuti oleh 82 wisudawan, 44 diantaranya hafidz (hafal Al Quran) dan 38 non hafidz.

“Lulusan Stiq lebih pada ke pendidikan. Jadi, mereka mengajar,” tandasnya.(MJ-23)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 1 = 1

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.